BALINEWS.ID – Dari makam sang anak di TPU Tanah Kusir, Besbarini menitipkan satu harapan untuk industri musik Indonesia.
Ibunda mendiang Vidi Aldiano itu berharap ada konser penghormatan atau tribute concert untuk mengenang karya-karya putranya. Harapan itu disampaikan Besba saat berziarah ke makam Vidi. Menurutnya, konser semacam ini bisa jadi bentuk apresiasi atas karya musik yang ditinggalkan Vidi, sekaligus ruang bagi penggemar dan musisi untuk kembali mengenangnya lewat karya.
Besba mengaku secara pribadi sangat menginginkan hal itu terwujud. Tapi ia juga sadar, konser berskala besar butuh dukungan dan keterlibatan banyak pihak, terutama pelaku industri musik.
“Secara pribadi Tante tentu ya pengin ya hal itu ada. Cuma ya cuma bisa berharap mudah-mudahan ada yang mau menjalankan hal itu dan mendukung,” kata Besba.
Yang membuat harapan ini terasa lebih dari sekadar wacana adalah apa yang sudah terjadi lebih dulu: penggemar dan rekan musisi Vidi masih terus memberi perhatian pada karya-karyanya, bahkan tanpa ada konser resmi. Besba mengapresiasi hal itu sebagai bentuk kecintaan mereka, dan mendukung berbagai kegiatan yang menjaga kenangan terhadap Vidi.

Bagi Besba, perhatian itu berarti besar bagi keluarga, apalagi karya Vidi masih mendapat tempat di hati masyarakat meski sang penyanyi sudah tiada. Ia berharap kecintaan itu tidak berhenti pada mengenang sosoknya, tetapi juga terus menikmati dan mengapresiasi karya-karyanya.
Ia juga berharap karya-karya Vidi bisa dinikmati masyarakat dalam waktu panjang dan memberi dampak positif serta inspirasi bagi pendengarnya.
Untuk memahami mengapa harapan ini muncul sekarang, ceritanya perlu kembali ke Maret lalu. Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 di usia 35 tahun, setelah sekitar enam tahun berjuang melawan kanker ginjal yang pertama kali didiagnosis pada Desember 2019. Selama pengobatan, ia sempat menjalani operasi dan perawatan rutin, baik di Indonesia maupun luar negeri, sambil tetap berusaha berkarya di dunia musik. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir sehari setelah kepergiannya.
Kalau tribute concert itu benar-benar terwujud, harapannya bukan sekadar jadi acara mengenang, melainkan ruang untuk merayakan karya-karya yang selama ini menemani para pendengarnya.
