IKMAPENA Bali Galang Rp60 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo, Bantuan Diprioritaskan bagi Pengungsi Mandiri

DENPASAR, BALINEWS.ID — Ikatan Mahasiswa Pemuda Nagekeo-Bali (IKMAPENA Bali) bergerak cepat membantu korban gempa Flores yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Puluhan anggota organisasi tersebut turun ke jalan selama dua hari, 16–17 Agustus 2026, dan berhasil menghimpun donasi sekitar Rp60 juta untuk korban gempa di Kabupaten Nagekeo.

Aksi kemanusiaan itu dilakukan secara spontan setelah IKMAPENA Bali mendapat informasi mengenai dampak gempa yang berpusat di wilayah Nagekeo dan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah.

Ketua IKMAPENA Bali, Yakobus Syakur Edwin Namo, mengatakan penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Nagekeo yang terdampak bencana.

“Kami bereaksi secara spontan, tanpa banyak diskusi, bekerja dengan tulus, melakukan berbagai proses penggalangan dana, mulai dari surat resmi kepada beberapa instansi terkait, turun ke jalan selama dua hari. Hasilnya terkumpul sekitar Rp60 juta,” kata Yakobus saat dikonfirmasi Jumat malam, 21 Agustus 2026.

Penggalangan dana dilakukan di sejumlah titik keramaian di Bali, antara lain Pojok Sudirman Denpasar, perempatan Jalan Imam Bonjol, dan kawasan Sanur. Sekitar 50 anggota IKMAPENA Bali terlibat langsung dalam aksi tersebut.

BACA JUGA :  Kapan Diskon Pesawat 13–14 Persen untuk Nataru Mulai Berlaku?

Menurut Yakobus, besarnya respons masyarakat menjadi hal yang tidak mereka duga sebelumnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bali yang telah mempercayakan donasinya melalui IKMAPENA Bali.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang telah memberikan donasi. Kami berjanji akan meneruskan amanat ini kepada mereka yang paling membutuhkan di Nagekeo saat ini,” ujarnya.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKANA) Bali, Simon Woge, turut memberikan apresiasi terhadap gerak cepat mahasiswa dan pemuda Nagekeo tersebut.

“Saya sangat apresiasi dan hormat kepada anak-anak muda di IKMAPENA Bali. Mereka bergerak cepat, spontan. Saya harus akui, tim reaksi cepat ini mengalahkan unit-unit yang ada di IKANA Bali,” kata Simon.

Ia menilai solidaritas yang tinggi dan kerja kemanusiaan yang dilakukan dengan tulus mampu menggerakkan masyarakat Bali untuk memberikan bantuan dalam jumlah signifikan bagi korban gempa di Nagekeo.

BACA JUGA :  Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Klungkung Gencarkan Sidak Hiburan Malam, Ini Hasilnya

Namun, Simon mengingatkan masih terdapat persoalan penyaluran bantuan di lapangan. Menurut dia, meski Nagekeo menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung, penanganan terhadap korban masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk akses dan koordinasi antar-stakeholder.

Ia juga menyebut masih terdapat pengungsi mandiri di sejumlah desa pedalaman yang belum sepenuhnya terjangkau bantuan.

Karena itu, Simon meminta donasi yang telah terkumpul diprioritaskan bagi masyarakat yang melakukan pengungsian secara mandiri dan belum mendapatkan bantuan memadai.

Sekretaris IKMAPENA Bali, Silvester Lena, didampingi Emirensiana Coo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema penyaluran bantuan berdasarkan data lapangan.

“Kami sepakat bahwa donasi yang dikumpulkan oleh IKMAPENA Bali akan difokuskan ke pengungsi mandiri yang tersebar di desa-desa pedalaman di Nagekeo yang tidak tersentuh bantuan dari pemerintah dan para donatur lainnya,” ujar Silvester.

Ia memastikan pengelolaan dana akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Kami juga menjamin donasi yang terkumpul ini akan disalurkan secara transparan, akuntabel, dan bisa diaudit oleh siapapun. Ini untuk menjaga kepercayaan publik Bali bahwa kami benar-benar bekerja untuk kemanusiaan di Nagekeo,” tegasnya.

BACA JUGA :  Larangan Vape Masih Wacana, BNN RI Lakukan Uji Laboratorium

IKMAPENA Bali dalam beberapa hari ke depan akan membentuk tim di tujuh kecamatan di Kabupaten Nagekeo. Tim tersebut akan melakukan pendataan dengan mengumpulkan informasi dari posko-posko resmi di tingkat kecamatan maupun desa.

Data tersebut nantinya digunakan untuk menentukan prioritas penerima bantuan berdasarkan jumlah warga terdampak dan pengungsi mandiri di masing-masing wilayah.

“Jumlah tiap kecamatan tentu saja tidak sama, karena banyak kecamatan yang sudah terjangkau bantuan pemerintah. Kemudian uang akan ditransfer ke koordinator kecamatan, dengan titik belanja bahan kebutuhan yang sudah dipetakan dari Bali,” jelas Silvester.

Ia menegaskan seluruh proses penyaluran akan dilengkapi data dan dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur.

“Kami jamin semuanya transparan, by data dan dokumentasi,” tegasnya.

Bantuan tersebut ditargetkan mulai disalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan hingga akhir Agustus 2026, dengan fokus utama pada pengungsi mandiri di wilayah pedalaman Nagekeo yang belum terjangkau bantuan.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya