JEMBRANA, BALINEWS.ID — Partai Demokrat Bali mendorong pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya hingga tuntas di tingkat desa. Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat dukungan peralatan agar setiap desa di Bali mampu mengolah sampah secara mandiri.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan aksi bersih-bersih yang melibatkan sekitar 250 kader Partai Demokrat dari seluruh DPC di Kabupaten Jembrana. Dalam kegiatan itu, kader juga melakukan penanaman 10 pohon, terdiri dari lima pohon kenanga dan lima pohon cempaka.
Demokrat menilai persoalan sampah tidak seharusnya terus dipusatkan di wilayah perkotaan, khususnya Denpasar. Selain menimbulkan persoalan lingkungan, penumpukan sampah di kawasan yang menjadi jalur wisatawan mancanegara dinilai dapat memengaruhi citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
“Semangat kami ke depan adalah kalau desa kita majukan, setiap desa ada tempat pengolahan sampah, tentu tidak ada sampah yang bergerak dari satu desa ke desa yang lain,” ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyelesaian sampah harus dimulai dari desa. Dengan jumlah sekitar 716 desa di Bali, pemerintah dinilai perlu menyiapkan fasilitas dan mesin pengolahan sampah di masing-masing desa.
“Kalau itu disiapkan, saya pikir kalau pemimpin kita ada pikiran ke sana, duitnya ada,” katanya.
Pengolahan sampah di tingkat desa juga dinilai tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Sampah yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi berpotensi menciptakan aktivitas usaha baru di desa.
Demokrat juga menyerukan agar masyarakat Bali meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Nilai-nilai kearifan lokal seperti Tat Twam Asi dan Ahimsa dinilai perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tat Twam Asi dimaknai sebagai kesadaran bahwa diri sendiri dan orang lain memiliki keterhubungan. Sementara Ahimsa menekankan prinsip tidak menyakiti sesama makhluk hidup.
Narasumber menilai masyarakat Bali tidak cukup hanya menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga harus memperkuat hubungan sosial dengan sesama warga.
“Jangan hanya rajin sembahyang, tetapi dengan tetangga ribut. Oleh karenanya, sesanti ini harus kita laksanakan,” ujarnya.
Semangat tersebut, lanjutnya, penting untuk menjaga karakter Bali yang dikenal ramah, santun dan terbuka terhadap pendatang maupun wisatawan dari berbagai negara.
Di sisi lain, Demokrat memberikan apresiasi terhadap pembangunan infrastruktur di Bali, termasuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan jalan tol. Pembangunan tersebut dinilai perlu didukung karena dapat meningkatkan efisiensi konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Dalam kegiatan di Jembrana, sejumlah kader dan pengurus Demokrat turut hadir, di antaranya Drs. I Wayan Wardana selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, I Made Mudarta selaku Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, serta sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat Jembrana.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat Demokrat untuk memperkuat kepedulian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan yang berpijak pada kebersamaan masyarakat Bali.
