DENPASAR, BALINEWS.ID – Seorang buruh proyek, Sumarsono (52), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh sudah kaku di sebuah proyek kos di Jalan Noja Gang Sri Rama, Banjar Wongan, Denpasar Utara, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Korban diduga telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan oleh rekan kerjanya di lokasi proyek.
Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal tim Inafis dan forensik, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan luar menunjukkan tidak ada indikasi luka akibat benda tajam maupun benda tumpul.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim forensik, nihil ditemukan tanda kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul,” ujar Adi Saputra.
Korban yang diketahui merupakan pekerja proyek asal Surabaya itu ditemukan dalam posisi terlentang di atas dipan yang berada di area luar bangunan proyek. Saat ditemukan, korban masih mengenakan jaket biru dongker, celana pendek, serta kacamata, dan tertutup selimut sarung batik. Kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan kaku.
Penemuan bermula ketika salah satu rekan korban, Pujianto, hendak membangunkan korban untuk makan pagi. Namun saat dipanggil dan digoyang, korban tidak memberikan respons.
“Saksi sempat berupaya membangunkan korban saat hendak makan pagi, tetapi tidak merespons. Setelah dicek lebih lanjut, korban sudah kaku dan tidak ada tanda kehidupan,” jelasnya.
Mengetahui hal tersebut, para pekerja proyek langsung melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib. Tidak lama berselang, petugas kepolisian dari Polsek Denpasar Utara bersama tim Inafis Polresta Denpasar tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan, seperti sakit atau kelelahan setelah bekerja. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi serta mengamankan barang-barang milik korban, di antaranya dompet berisi uang, telepon genggam, dan KTP.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga korban di Surabaya untuk proses penanganan jenazah. (*)
