Dugaan Perampokan Berujung Maut, Gung Anom Serukan Pengamanan di Kawasan Bypass Ida Bagus Mantra

Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom

SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Penemuan jenazah I Nyoman Cita (50) alias Man Colik, warga Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, di aliran Tukad Bubuh atau sebelah selatan jembatan Bypass Ida Bagus Mantra dekat Kantor KPU Klungkung dengan kondisi mengenaskan mengundang keprihatinan Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Anom.

Terlebih ada dugaan jika korban yang sehari-hari berjualan lawar godel ini telah menjadi korban perampokan yang menyebabkan ia harus meregang nyawa. Sebab menurut keluarga korban, kalung emas seberat 70 gram yang biasa dipakai korban ikut raib dalam peristiwa tersebut.

“Jelas ini adalah hal-hal yang tidak kita inginkan. Infonya kalung korban hilang, jadi diduga ini kasus perampokan yang sampai menghilangkan nyawa korban. Kami sangat prihatin dan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya Kamis (2/7/2026).

Politisi yang akrab disapa Gung Anom itu pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada dan mengaktifkan siskamling di wilayah masing-masing. “Kita juga berharap aparat kepolisian bisa membuat pos keamanan di seputar wilayah Bypass,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Kamar Kos Disulap Jadi Markas Sabu, Puluhan Paket Berserakan Saat Digerebek

Pihaknya pun berharap segera ada titik terang dalam kasus tersebut dan tidak ada lagi kasus serupa terjadi khususnya di wilayah Klungkung.

Sebelumnya diberitakan bahwa aparat Polres Klungkung terus mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian I Nyoman Cita (50), warga Dusun Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. Selain ditemukan dengan sejumlah luka pada tubuh, hilangnya kalung emas seberat sekitar 70 gram yang biasa dikenakan korban turut menjadi fokus penyelidikan polisi.

Kamis (2/7/2026), belasan personel gabungan dari Satreskrim, Satuan Intelkam, Satpolairud, dan Polsek Banjarangkan diterjunkan menyisir aliran Tukad Bubuh. Penyisiran dilakukan guna mencari barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa yang menewaskan pedagang lawar godel tersebut.

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat turut meninjau langsung proses pencarian di lokasi yang menjadi titik awal hilangnya korban. Personel menyusuri aliran sungai yang membelah wilayah Desa Negari dan Dusun Lepang, sembari memeriksa sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

BACA JUGA :  Pura-Pura Minta Rokok, 2 Pria Berjaket Ojol Jambret Turis di Kuta

Di sekitar lokasi juga terlihat bekas sarana upacara (banten) yang sebelumnya dihaturkan keluarga korban. Sementara itu, di sebuah gubuk dekat lokasi, penyidik yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat rangkaian penyelidikan.

AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan, hingga kini petugas masih berupaya menemukan barang bukti lain yang diduga hilang dari lokasi kejadian.

“Anggota masih melakukan penyisiran untuk mencari barang bukti seperti pakaian korban, karena di sekitar tempat kejadian perkara belum ditemukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jenazah korban telah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk menjalani autopsi. Hasil pemeriksaan forensik akan menjadi dasar dalam memastikan penyebab luka yang ditemukan pada tubuh korban.

“Penyebab luka belum dapat dipastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik apakah luka tersebut disebabkan benda tajam, pecahan kaca, atau penyebab lainnya,” katanya.

BACA JUGA :  Usai Pesta Sabu, Empat Terduga Pengedar Narkotika Ditangkap Polisi

Selain melakukan pencarian barang bukti, penyidik juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, mulai dari keluarga korban, warga sekitar warung milik korban, hingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi saat korban dilaporkan menghilang.

Sebelumnya, I Nyoman Cita dilaporkan tidak pulang setelah mandi di kawasan Sungai Pesona Lepang pada Rabu (1/7) petang. Laporan orang hilang diterima Polsek Banjarangkan sekitar pukul 21.45 Wita dan langsung ditindaklanjuti dengan pencarian bersama keluarga serta warga.

Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Tukad Bubuh pada Kamis pagi. Adanya sejumlah luka robek pada tubuh korban memunculkan dugaan adanya unsur tindak kekerasan. Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil autopsi dan melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian korban. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya