GIANYAR, BALINEWS.ID – Ambisi Kabupaten Gianyar meningkatkan prestasi olahraga semakin menguat. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gianyar membidik 96 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027, menyusul tren peningkatan prestasi dalam tiga penyelenggaraan sebelumnya.
Target tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Gianyar di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Senin (10/8/2026).
Catatan prestasi Gianyar menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Pada Porprov Bali 2019, kontingen Gianyar mengoleksi 32 medali emas. Raihan tersebut meningkat menjadi 53 emas pada Porprov 2022 dan kembali naik menjadi 74 emas pada Porprov 2025.
“Prestasi olahraga Gianyar menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Target 96 medali emas pada Porprov 2027 harus menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga Gianyar,” ujar Adi Widhya Utama.
Menurutnya, pembangunan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Lebih dari itu, olahraga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mendorong pola hidup sehat, kebugaran, serta meningkatkan kualitas hidup.
Pemerintah Kabupaten Gianyar, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembinaan olahraga melalui dukungan anggaran dan penyediaan fasilitas. Karena itu, Musorkab diharapkan dapat menjadi ruang untuk merumuskan kebutuhan pembinaan atlet sekaligus sarana dan prasarana olahraga yang diperlukan.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Gianyar periode 2022–2026, I Dewa Gede Alit Mudiarta, mengatakan Musorkab merupakan forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan, menyusun program empat tahun mendatang, sekaligus menentukan kepemimpinan KONI Gianyar periode 2026–2030.
“Musorkab ini menjadi momentum evaluasi, perencanaan, dan pemilihan kepemimpinan. Mari kita tinggalkan ego sektoral dan satukan visi untuk mewujudkan prestasi olahraga Gianyar yang bermartabat dan berdaya saing,” katanya.
Alit Mudiarta mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah dalam pembinaan olahraga Gianyar. Beberapa di antaranya pembinaan atlet usia dini, penjenjangan kompetisi, peningkatan kesejahteraan atlet dan pelatih, serta penguatan kelembagaan cabang olahraga.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemkab Gianyar selama ini dan berharap sinergi tersebut terus diperkuat, terutama untuk menciptakan pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Umum KONI Bali, Ketut Jagrasunu, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Bali. Ia menilai Musorkab menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah pembinaan olahraga Gianyar ke depan.
Jagrasunu mengingatkan seluruh peserta agar menjaga proses demokrasi selama Musorkab dan tetap menjaga persatuan setelah keputusan organisasi ditetapkan.
“Setelah keputusan ditetapkan, seluruh elemen harus kembali bersatu dan lebih kuat. Mari perkuat sinergi untuk membangun olahraga Gianyar yang semakin maju dan berprestasi,” ujarnya.
Setelah seluruh tahapan persidangan selesai, Musorkab KONI Gianyar akhirnya menetapkan I Dewa Gede Alit Mudiarta sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Gianyar periode 2026–2030.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, KONI Gianyar kini memiliki waktu sekitar satu tahun untuk mematangkan pembinaan atlet dan strategi pertandingan. Target 96 medali emas pun menjadi tantangan sekaligus tolok ukur baru bagi Gianyar untuk meningkatkan posisinya dalam peta olahraga Bali. (*)
