Hutama Karya Perketat Keselamatan Usai Kecelakaan Maut di Tol Permai

JAKARTA, BALINEWS.ID – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat berbagai program keselamatan di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Pekanbaru–Dumai (Permai) menyusul kecelakaan maut yang menewaskan dua penumpang bus akibat dugaan microsleep pengemudi.

Kecelakaan terjadi pada Selasa pagi (7/7/2026), ketika sebuah bus menabrak truk yang melaju searah di Tol Permai. Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi Jalan Raya (PJR), insiden tersebut diduga dipicu pengemudi bus yang mengalami microsleep.

Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah (SBT) PT Hutama Karya, Untung Joko Ristyono, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

BACA JUGA :  Kinerja Moncer, Kajari Klungkung I Wayan Suardi Dipromosikan Jadi Aspidum Kejati Maluku

“Kami dari Hutama Karya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas terjadinya kecelakaan lalu lintas yang telah menimbulkan korban jiwa,” ujar Untung, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, Hutama Karya terus memperkuat implementasi program keselamatan secara konsisten di seluruh ruas tol yang dikelola, terutama untuk menekan angka kecelakaan pada malam hari dan kasus tabrak belakang yang kerap dipicu kelelahan pengemudi.

Seluruh ruas JTTS yang dikelola perusahaan, lanjut Untung, telah dilengkapi berbagai fasilitas keselamatan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, delineator, guardrail, serta perangkat keselamatan lainnya yang memenuhi standar teknis dan regulasi.

BACA JUGA :  Ditawari Rp 500 Ribu Untuk Buka Rekening, Data Warga Dikirim ke Kamboja untuk Judol

Selain infrastruktur, Hutama Karya juga menjalankan berbagai program preventif, di antaranya pemeriksaan kesiapan pengemudi dan kendaraan guna mencegah microsleep, operasi simpatik berupa imbauan keselamatan sebelum kendaraan memasuki gerbang tol, hingga edukasi melalui public address di gerbang tol maupun kendaraan operasional.

Perusahaan juga melakukan pemeriksaan lampu belakang kendaraan, pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), pemasangan spanduk keselamatan di titik strategis, penyampaian pesan keselamatan melalui siaran radio secara berkala, serta penerapan shift malam manajemen untuk meningkatkan pengawasan pada jam-jam rawan kecelakaan.

Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak memaksakan perjalanan ketika merasa lelah atau mengantuk. Pengendara diminta memanfaatkan rest area terdekat untuk beristirahat demi menghindari risiko microsleep.

Sebagai dukungan, pengguna jalan juga dapat memanfaatkan fitur Reminder Notification pada aplikasi Mozy yang memberikan pengingat berkala untuk beristirahat selama perjalanan. Aplikasi tersebut juga menyediakan informasi lokasi rest area, kondisi lalu lintas, serta berbagai layanan pendukung perjalanan lainnya.

BACA JUGA :  Demo Ribuan Buruh di DPR RI dan Istana, Apa Saja Tuntutan Mereka?

“Seluruh unit kerja diminta memastikan setiap program berjalan secara disiplin, konsisten, dan berkesinambungan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama dan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas operasional. Salam SETUJU, Selamat Sampai Tujuan,” tutup Untung.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya