Jasad Lansia Ditemukan Mengapung di Laut Benoa

Proses evakuasi jasad seorang lansia yang ditemukan mengapung di perairan Pantai depan Hotel Peninsula, Benoa, Badung, Minggu (5/7/2026).
Proses evakuasi jasad seorang lansia yang ditemukan mengapung di perairan Pantai depan Hotel Peninsula, Benoa, Badung, Minggu (5/7/2026).

BADUNG, BALINEWS.ID – Warga di kawasan Pantai depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia yang mengapung di perairan pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Korban diketahui bernama I Wayan Dapet (80), warga Banjar Pande, Kelurahan Benoa. Jasad korban pertama kali terlihat mengapung sekitar 40 meter dari bibir pantai oleh seorang saksi yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa.

BACA JUGA :  Prof Rumawan Salain: Pansus TRAP DPRD Bali Bukan “Super Power”, Temuan Harus Segera Ditindaklanjuti Pemerintah dan APH

Menerima laporan tersebut, personel Satpolairud Polresta Denpasar yang saat itu tengah melaksanakan operasi pencarian terbatas bersama Basarnas di kawasan Pantai Green Bowl langsung bergerak menuju lokasi. Bersama tim Basarnas dan Balawista, petugas menggunakan jet ski untuk mendekati titik keberadaan korban.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tengkurap dengan tangan kanan tersangkut pada pelampung yang biasa digunakan sebagai tambatan jukung. Tim gabungan kemudian mengevakuasi jasad korban ke tepi pantai.

Beberapa warga di lokasi mengenali korban sebagai warga setempat. Keluarga yang datang ke lokasi kemudian memastikan identitas korban sebelum jenazah dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk menjalani prosesi adat dan keagamaan.

BACA JUGA :  Keroyok Wanita Hamil Usai Beri Makan Anjing Liar, Satu Keluarga Diadili

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan hasil keterangan keluarga menyebutkan bahwa korban telah lama mengalami keterbelakangan mental dan memiliki kebiasaan keluar rumah seorang diri.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban sudah lama mengalami keterbelakangan mental dan hampir setiap hari keluar rumah tanpa bisa dicegah. Korban juga beberapa kali ditemukan warga dan diantarkan kembali ke rumah,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Lebih lanjut, ia mengatakan keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kematian korban.

BACA JUGA :  Siswa SD di Kintamani Akhiri Hidup di Pohon Jambu, Keluarga Ikhlas

“Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya