MEDAN, BALINEWS.ID – Pengurus Provinsi Esports Indonesia (Pengprov ESI) Sumatera Utara menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Esports Indonesia Sumut 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet esports di daerah.
Sebanyak 220 atlet dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara ambil bagian dalam kompetisi yang babak grand finalnya berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Minggu (20/9/2026).
Kejurprov tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut M. Mahfullah Pratama Daulay, Wakil Ketua Umum II KONI Sumut Prof. Dr. Indra Kasih, serta Ketua Umum ESI Sumut Brigjen TNI M. N. Nasution.
Kompetisi mempertandingkan lima nomor, yakni Mobile Legends Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile (PUBGM), Free Fire, dan Honor of Kings (HOK) untuk kategori beregu. Sementara E-Football/PES dipertandingkan dalam kategori individu dan ganda.
Sebelum tampil di babak grand final, para peserta terlebih dahulu mengikuti kualifikasi secara daring pada 11-13 September 2026.
Ketua Umum ESI Sumut Brigjen TNI M. N. Nasution mengatakan Kejurprov menjadi bagian dari pembinaan atlet esports secara berjenjang. Kompetisi tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan dan pemetaan atlet potensial dari seluruh kabupaten/kota.
“Kejuaraan ini menjadi sarana untuk menyaring, mengidentifikasi, dan memetakan atlet-atlet potensial dari ESI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara sebagai bagian dari persiapan utama kita menuju ajang PORWIL XII Tahun 2027 mendatang,” ujar Nasution.
Menurut dia, hasil dari kompetisi akan menjadi bagian dari proses pembinaan untuk menyiapkan atlet yang dapat memperkuat Sumatera Utara pada kompetisi tingkat regional maupun nasional.
ESI Sumut juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang mendukung pelaksanaan Kejurprov 2026, di antaranya PLN, Agrinas Palma Nusantara, Inalum, Pertamina, Telkomsel, PTPN, dan Bank Mandiri.
Melalui pelaksanaan kompetisi secara terstruktur, ESI Sumut menargetkan pembinaan atlet esports tidak berhenti pada kompetisi tingkat provinsi, tetapi berlanjut hingga menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
