Ratusan Hotel dan Vila Bali Dijual di Internet, Koster: Ini Soal Bisnis Pemiliknya, Bukan Bali

Foto Kolase Gubernur Bali, Wayan Koster dan Tangkapan Layar Hotel serta Villa Yang di Jual di OLX
Foto Kolase Gubernur Bali, Wayan Koster dan Tangkapan Layar Hotel serta Villa Yang di Jual di OLX

BALINEWS.ID – Kalau pariwisata Bali benar-benar sehat, kenapa ratusan hotel dan vila dipasang di iklan jual? Pertanyaan itu kini sampai ke meja Gubernur Bali Wayan Koster.

Penelusuran Balinews menemukan 244 iklan hotel dan vila yang ditawarkan di OLX, dengan harga dari Rp1,6 miliar sampai Rp535 miliar. Lokasinya tersebar di Kuta, Ubud, Nusa Dua, Canggu, dan Seminyak.

Koster menjawabnya usai menghadiri Rapat Paripurna ke-51 DPRD Bali, Senin (21/9/2026). Langkah pertamanya adalah mengumpulkan data.

“Saya lagi menugaskan Kadis Pariwisata untuk koordinasi dengan Dinas Pariwisata Badung dan juga Dinas Perizinan untuk mendata mengenai informasi terkait dengan sejumlah hotel/villa yang dijual,” kata Koster.

Artinya, pemerintah belum memegang angka sendiri. Yang beredar saat ini baru hitungan dari iklan.

BACA JUGA :  Korban Terseret Arus di Pantai Kedonganan Tak Kunjung Ditemukan

Soal penyebab, Koster tidak menunjuk ke kondisi pariwisata. Ia menunjuk ke urusan dapur pemiliknya.

“Menurut saya ini nggak ada hubungannya, ini kan pasti kaitannya dengan bisnis mereka,” ujarnya.

Lalu ia memberi gambaran. Fenomena serupa, katanya, “tidak hanya di Bali, di luar Bali juga.”

“Satu perusahaan modalnya dari Jakarta atau dari mana, ada bisnis usahanya di Bali, ada di luar Bali. Di Balinya bagus, di luar Balinya enggak. Nah, akhirnya keuntungan di sini kesedot ke sana, nggak tahan, tutup yang di sini,” jelas Koster.

Untuk menguatkan pendapatnya, Koster menyodorkan data kunjungan.

BACA JUGA :  Rakerda ke- III, ASITA Bali Paparkan Strategi Pariwisata Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

“Pariwisata normal, iya. Wisatawan mancanegara itu hariannya 20 sampai 24 ribu per hari, stabil, tiap hari. Dan domestiknya 12 sampai 14 ribu, jadi nggak ada masalah,” katanya.

Kalau dijumlahkan, itu sekitar 32 ribu sampai 38 ribu wisatawan setiap hari. Bagi Koster, angka itu cukup untuk menyimpulkan kondisi pariwisata Bali.

“Dari segi dinamika itu nggak ada masalah. Jadi bisnis pariwisata di Bali ini sebenarnya dia sehat,” tegasnya. “Nah, kalau ada yang begitu berarti dia ini pasti keterkaitannya dengan entitas bisnis keseluruhannya.”

Ketika ditanya soal okupansi hotel, jawabannya singkat dan tanpa angka.

“Nggak juga, enggak juga, orang ininya penuh-penuh gitu kok. Asal dia benar,” ucap Koster.

BACA JUGA :  Riyadh Jadi Sasaran Serangan Houthi, Pasokan Minyak Dunia Ikut Terancam

Ia tidak menjelaskan maksud “asal dia benar” itu.

Nadanya sedikit berbeda dari Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi B.S. Sukamdani, ia mengakui ada hotel dijual, tapi menyebut jumlahnya tidak banyak. “Memang ada yang pailit, tapi jumlahnya sedikit sekali,” katanya. Ia juga mengakui industri perhotelan Bali sempat terdampak bencana alam, terutama pada pola perjalanan wisatawan dan keputusan pemesanan jangka pendek.

Satu catatan buat kita semua: iklan dijual belum tentu berarti terjual. Koster juga belum menyebut jumlah hotel yang dijual maupun perusahaan mana yang ia maksud. Hasil pendataan tiga dinas itulah yang akan menunjukkan berapa yang benar-benar dijual, dan apa alasan pemiliknya.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya