GIANYAR, BALINEWS.ID – Sosok Putu Gde Eka Putra Yaga, S.Pd menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia olahraga Bali. Pria kelahiran Denpasar, 25 Januari 1989 ini berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai wasit bola voli pantai hingga tingkat internasional. Ia bahkan tercatat sebagai wasit bola voli pantai pertama dari Bali yang mengantongi lisensi internasional dari AVC.
Saat ini, Putu Gde Eka Putra Yaga mengabdikan diri sebagai guru olahraga di SMP Negeri 4 Sukawati, Gianyar. Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, ia tetap konsisten menekuni dunia perwasitan voli pantai yang telah membawanya menjelajah berbagai daerah hingga mancanegara.
Suami dari Ni Kadek Evi Novita Sari, S.Pd.H ini juga merupakan ayah dari dua anak, yakni Putu Bagus Nataru Danantya dan Kadek Falisha Adisty. Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, berdedikasi, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap pertandingan yang dipimpinnya.
Perjalanan kariernya sebagai wasit dimulai sejak tahun 2008 sebagai wasit bola voli tingkat daerah. Semangat dan ketekunannya terus berkembang hingga meraih lisensi wasit nasional indoor pada tahun 2013, dilanjutkan dengan wasit nasional voli pantai tahun 2019. Puncaknya, pada tahun 2022 ia berhasil meraih lisensi internasional sebagai wasit bola voli pantai dari AVC dalam pelatihan yang berlangsung di Bangkok, Thailand.
Tak hanya itu, ia juga pernah mengikuti pelatihan pelatih bola voli tingkat nasional pada tahun 2015, yang semakin memperkuat pemahamannya terhadap teknik dan dinamika permainan.
Pengalaman memimpin pertandingan yang dimilikinya pun sangat luas. Di tingkat daerah, ia telah memimpin berbagai ajang seperti Porjar Kabupaten, Porjar Provinsi, Porprov Bali, hingga turnamen Piala Bupati dan Piala Wali Kota. Sementara di tingkat nasional, ia dipercaya memimpin ajang Kejurnas Junior di Singkawang, Kejurnas Senior di Sidoarjo, Sirkuit Nasional di Pacitan dan Yogyakarta, hingga Pra PON di Sentul serta PON Aceh-Sumut.
Di kancah internasional, kiprahnya semakin bersinar dengan memimpin berbagai ajang bergengsi seperti ASEAN University Games 2024, AVC Samila Open 2024 di Thailand, AVC U-21 Roi-et Thailand 2025, hingga AVC Samila Open dan AVC Raja Ampat Open tahun 2026.
Ketertarikannya menjadi wasit bola voli pantai tidak lepas dari kecintaannya terhadap olahraga tersebut. Selain itu, faktor keluarga juga turut berperan, di mana sang ayah merupakan wasit nasional bola voli yang menjadi inspirasi utamanya.
“Menjadi wasit bukan hanya soal memimpin pertandingan, tetapi juga tentang menjaga integritas dan keadilan dalam olahraga. Di situlah letak kepuasan tersendiri,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa profesi sebagai wasit menuntut konsentrasi tinggi serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat di bawah tekanan. Hal ini secara tidak langsung membentuk ketajaman mental dan kedisiplinan diri.
Meski demikian, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Di balik pengalaman berharga yang didapat, terdapat tantangan fisik yang harus dihadapi, seperti berdiri berjam-jam di atas pasir panas di bawah terik matahari saat memimpin pertandingan.
Namun, semua itu terbayar dengan pengalaman luar biasa. Ia mengaku sangat menikmati suasana pertandingan voli pantai yang digelar di alam terbuka, khususnya di pantai, yang memberikan nuansa santai sekaligus menyenangkan. Selain itu, profesi ini juga memberinya kesempatan untuk berkeliling Indonesia bahkan dunia.
Dengan segala pencapaian dan dedikasinya, Putu Gde Eka Putra Yaga tidak hanya menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali, tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan kecintaan terhadap bidang yang digeluti mampu membawa seseorang menembus panggung internasional. (*)
