DENPASAR, BALINEWS.ID – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali menyalurkan lebih dari 10 ribu paket daging kurban kepada masyarakat di seluruh Bali dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Penyaluran dilakukan dengan mengusung semangat tradisi “Ngejot Bali” serta menggunakan kemasan ramah lingkungan tanpa plastik.
Ketua LDII Bali, Haji Olih Sholihat Karso, mengatakan pembagian daging kurban dilakukan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. Menurutnya, semangat berbagi menjadi inti pelaksanaan kurban tahun ini.
“Kami menyalurkan daging kurban tanpa memandang suku, agama, ras atau golongan tertentu. Kami memiliki hati nurani yang tulus, bahwa jika hari ini kami makan daging maka saudara kami yang sangat membutuhkan harus makan daging juga. Sebab kami berbagi dalam tradisi Bali yang disebut Ngejot Bali,” ujarnya.
Sebanyak 149 ekor sapi dan 287 ekor kambing dikurbankan dan disalurkan di tujuh kabupaten/kota di Bali, yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Buleleng, dan Jembrana.
Kota Denpasar menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, mencapai 77 ekor sapi dan 163 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 ekor sapi dan 36 kambing disembelih di Kantor LDII Bali.
Olih memastikan seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan dan dinyatakan layak konsumsi sebelum disembelih dan dibagikan kepada masyarakat.
“Kami bagikan ke semua yang membutuhkan, sejauh yang sudah terdaftar. Seluruh hewan yang dikurban sudah melalui pemeriksaan fisik oleh tim dokter hewan dan semuanya dinyatakan layak konsumsi,” katanya.
Seremonial pembukaan penyaluran kurban di Kantor LDII Bali turut dihadiri Penglingsir Puri Grenceng Denpasar sekaligus Ketua Persaudaraan Hindu Muslim Bali, Anak Agung Ngurah Agung. Dalam kesempatan itu, pihak Puri Grenceng juga memberikan bantuan hewan kurban untuk umat Muslim yang merayakan Idul Adha.
Ia menegaskan hubungan umat Hindu dan Muslim di Bali telah terjalin erat sejak lama dan hidup berdampingan dalam suasana persaudaraan.
“Umat Hindu dan Muslim di Bali sudah seperti keluarga sendiri. Kita hidup berdampingan, bersaudara sejak lama, dan dalam suasana hati yang dalam kami ikut menyampaikan selamat merayakan Idul Adha,” ujarnya.
Selain mengedepankan nilai toleransi dan kebersamaan, LDII Bali juga menerapkan konsep ramah lingkungan dalam distribusi daging kurban. Ribuan paket daging dikemas menggunakan besek dan anyaman daun bambu tanpa menggunakan kantong plastik maupun kresek.

