Mepeed 2 Kilometer Diiringi Baleganjur, PKK Banjar Adat Bongan Pala Semarakkan Pujawali Desa Adat Kota Tabanan

TABANAN, BALINEWS.ID – Rangkaian Upacara Pujawali Ring Tri Kahyangan Desa Adat Kota Tabanan berlangsung semarak. Nuansa adat dan kebersamaan tampak dalam tradisi mepeed yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama masyarakat sejak Kamis (17/9/2026).

Salah satu yang turut menyemarakkan rangkaian tersebut yakni Banjar Adat Bongan Pala yang mendapatkan giliran Mepeed pada Jumat (18/9/2026). Krama banjar mengikuti prosesi mepeed dengan menempuh jarak sekitar 2 kilometer, berjalan dalam satu rangkaian menuju tempat persembahyangan. Prosesi berlangsung semakin semarak dengan iringan baleganjur Panca Yadnya Bongan Pala.

Tradisi mepeed tersebut menjadi bagian dari rangkaian pujawali yang dilaksanakan di Pura Puseh Desa Bale Agung Desa Adat Kota Tabanan dan dilanjutkan menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

BACA JUGA :  Pelajar SMP Meninggal Ditabrak di Kawasan Jembatan Merah, Pelaku Diburu Polisi

Selain menjadi bagian dari prosesi keagamaan, mepeed juga menjadi ruang memperkuat kebersamaan dan gotong royong. Krama adat bersama jajaran pemerintah berjalan beriringan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Jajaran Pemkab Tabanan yang dipimpin Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. turut mengikuti rangkaian mepeed dan persembahyangan bersama, Kamis (17/9/2026). Hadir pula Wakil Bupati Tabanan beserta istri, Sekda Tabanan beserta istri, Asisten III, para kepala perangkat daerah dan kepala bagian, Camat Tabanan, Perbekel Delod Peken, Bendesa Adat Kota Tabanan serta para pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan.

BACA JUGA :  Baru 3 Hari Kerja, Buruh Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Proyek

Usai mengikuti mepeed, seluruh jajaran melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Puseh Desa Bale Agung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan menuju Pura Dalem Prajapati Desa Adat Kota Tabanan.

Bupati Sanjaya mengatakan kehadiran jajaran pemerintah dalam rangkaian pujawali tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat persatuan dan kesatuan antara pemerintah daerah dengan desa adat.

“Tujuan kami ngaturang ayah di pemerintah daerah ini adalah bagaimana kita bisa memupuk rasa persatuan dan kesatuan. Kita ajak jajaran pemerintah bersama-sama ngayah, mepeed, nari rejang, menggambel di sini. Kita ikut berperan serta sehingga terjalin kebersamaan dan kekompakan antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan desa adat sejebag Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

BACA JUGA :  Dolar AS Tembus Rp17 Ribu, Muncul Perbandingan Era Soeharto dan Prabowo

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk aktualisasi nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat serta hubungan antara pemerintah dan desa adat.

Persembahyangan yang dilaksanakan secara berkala setiap enam bulan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemkab Tabanan untuk memanjatkan doa bersama demi kerahayuan, kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian mepeed yang berlangsung khidmat dan diiringi baleganjur Panca Yadnya Bongan Pala sekaligus memperlihatkan kuatnya keterlibatan krama adat dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Kebersamaan pemerintah, desa adat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempertahankan nilai-nilai budaya Bali di tengah perkembangan zaman. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya