Pakaian Impor Ilegal Tidak Dibakar Lagi, Pemerintah Terapkan Program Daur Ulang

Pakaian Impor Ilegal Tidak Dibakar Lagi, Pemerintah Terapkan Program Daur Ulang (sumber foto: Tangkapan layar TikTok/Purbaya Yudhi Sadewa)

NASIONAL, BALINEWS.ID – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa pemerintah tidak akan lagi membakar pakaian impor ilegal yang disita.

Purbaya menjelaskan bahwa selama ini pembakaran balpres justru menambah beban keuangan negara. Untuk membakar satu kontainer pakaian bekas, biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp12 juta.

Maka dari itu, untuk selanjutnya Purbaya berencana untuk mendaur ulang pakaian impor ilegal dan digunakan kembali sebagai bahan baku untuk industri.

“Saya sering protes soal balpres ini. Saya tangkap barangnya, tapi orangnya tidak bisa didenda, dan saya harus musnahkan barangnya. Itu mahal,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kemenkeu, Jumat (14/11/25).

BACA JUGA :  Polisi Sita Enam Motor Berknalpot Brong di Lapangan Puputan

Perubahan kebijakan ini, menurut Purbaya, merupakan keputusan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah bertemu dengan Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI), yang menyatakan siap untuk mencacah ulang pakaian ilegal tersebut. Hasil cacahan itu nantinya akan dimanfaatkan oleh industri, sementara sebagian lainnya akan dijual kepada UMKM dengan harga yang lebih terjangkau.

“Apakah mereka bisa mencacah ulang balpres itu? Mereka siap, ada beberapa pengusaha yang sudah siap,” tegas Purbaya. (*)

BACA JUGA :  Rumah Warga di Jembrana Rusak Diterpa Angin Kencang

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya