Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Jatim dan Jateng Mangkrak, Bagaimana Nasib PSEL Bali?

Bupati Badung Adi Arnawa (kiri), Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) dan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara (kanan) disela peresmian pembangunan PSEL Bali.
Bupati Badung Adi Arnawa (kiri), Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) dan Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara (kanan) disela peresmian pembangunan PSEL Bali.

DENPASAR, BALINEWS.ID – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali baru saja meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Di tengah optimisme tinggi para pejabat negara, bayang-bayang kegagalan proyek serupa di Jawa Timur dan Jawa Tengah justru menjadi alarm keras bagi masa depan lingkungan di Pulau Dewata.

PSEL sejatinya merupakan “baju baru” dari istilah Pambangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sempat digagas masif melalui Perpres Nomor 35 Tahun 2018. Saat itu, 12 kota ditargetkan memiliki fasilitas ini dengan janji manis: sampah musnah drastis, energi terbarukan tercipta, dan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang.

Namun, memasuki pertengahan 2026, realitas di lapangan berbicara sebaliknya. Dari 12 target nasional, hanya dua proyek yang sempat beroperasi penuh—dan keduanya kini terpuruk dalam kegagalan multi-dimensi.

Rapor Merah Benowo dan Putri Cempo

Proyek mercusuar PLTSa Benowo di Surabaya, yang menelan investasi fantastis di atas Rp 2 triliun untuk kapasitas 1.600 ton sampah per hari, kini dinilai gagal total berdasarkan kajian ilmiah komprehensif per Desember 2025.

Masalah utama Benowo bersumber dari ketidakcocokan teknologi gasifikasi impor dengan karakteristik sampah Indonesia. Teknologi tersebut menuntut kualitas input yang kering dan seragam, sedangkan sampah domestik kita didominasi zat organik dengan kadar air mencapai 40–60% tanpa pemilahan yang memadai. Akibatnya, mesin mengalami korosi parah, penumpukan kerak (slagging), dan tingginya waktu henti operasional (downtime).

BACA JUGA :  Sambut Hari Waisak, Puluhan Bikkhu akan Lakukan Perjalanan Spiritual dari Bali ke Borobudur

Dampak lingkungannya pun mengerikan. Pemantauan independen menunjukkan polusi udara di sekitar Benowo berupa partikel halus PM2.5 menembus angka 100 µg/m³—atau hampir tujuh kali lipat dari ambang batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pada tahun 2023, tercatat 174.000 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda warga Surabaya, dengan konsentrasi tertinggi tepat di sekitar fasilitas pembakaran tersebut.

Nasib serupa menimpa PLTSa Putri Cempo di Surakarta yang diresmikan Oktober 2023. Dirancang mengolah 389 ton sampah per hari guna memproduksi listrik 10 MW, performa aktualnya per tahun 2026 ini mandek di angka 50–80 ton per hari, dengan pasokan listrik ke PLN hanya berkisar 1–1,6 MW.

Imbas pasokan yang tidak optimal dan tata kelola yang amburadul, Kementerian Lingkungan Hidup resmi mengumumkan audit investigasi finansial pada 28 Maret 2026. Laporan advokasi publik WALHI turut mengonfirmasi bahwa limbah B3 berupa abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) ditumpuk di ruang terbuka hingga mencemari permukiman. Lebih parah lagi, air kondensat dan tar beracun dilaporkan bocor dan mengalir ke Sungai Jengglong hingga bermuara ke Bengawan Solo. warga Kampung Jatirejo kini dilaporkan menderita batuk menahun dan gatal-gatal akut akibat paparan debu beracun tersebut.

BACA JUGA :  Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih Sebagai Logo HUT RI ke-81

Trauma Sejarah di TPA Suwung Bali

Bagi Bali, narasi waste-to-energy bukanlah barang baru. Publik Bali sebenarnya sempat menelan pil pahit megaproyek serupa di TPA Suwung. Pada tahun 2007, empat kabupaten/kota yang tergabung dalam Badan Pengelola Kebersihan wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) menggandeng PT Navigat Organic Energy Indonesia (PT. NOEI) sebagai investor tunggal.

Kala itu, investor menjamin sampah Sarbagita akan musnah sepenuhnya pada tahun 2012 melalui konversi listrik. Namun, janji tinggal janji. Target produksi listrik gagal total, kewajiban kontrak tidak terpenuhi, hingga akhirnya kerja sama diputus di tengah jalan dan menyisakan gunungan sampah yang sempat terbakar hebat beberapa tahun setelahnya.

Keraguan mendalam kini disuarakan oleh Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI). Sejumlah lembaga lingkungan di dalam aliansi tersebut mengkritisi keras proyek PSEL Denpasar Raya. AZWI menilai proyek bakar-bakar sampah berskala besar ini justru akan merusak peta jalan pengelolaan sampah berbasis sumber (pemilahan dari rumah) yang sedang digalakkan di Bali, di samping ancaman polusi udara beracun yang mengintai industri pariwisata.

BACA JUGA :  Puspem Gianyar Dilengkapi Infrastruktur Kelistrikan Modern: Cerdas dan Ramah Lingkungan

Klaim Pemerintah: Kali Ini Menggunakan Teknologi Berbeda

Di kubu pemerintah, optimisme tinggi tetap digaungkan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat memimpin groundbreaking PSEL Denpasar Raya menyatakan bahwa proyek bernilai strategis ini didukung penuh oleh super holding BUMN Danantara serta seluruh jajaran Pemprov Bali.

Zulkifli menjamin kegagalan masa lalu tidak akan terulang karena PSEL Denpasar Raya diklaim mengadopsi teknologi terbaru berstandar emisi rendah (low emission) dengan kapasitas raksasa, mampu memusnahkan 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari.

“Ini merupakan groundbreaking PSEL pertama di Bali. Kami berharap proyek ini dapat selesai sesuai target dan pada akhir tahun 2027 dapat diresmikan sebagai solusi nyata penanganan sampah di kawasan Denpasar Raya,” kata Zulkifli Hasan optimistis. Ia menambahkan, proyek ini vital demi menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang berwawasan lingkungan.

Kini, publik Bali berada di persimpangan jalan: Apakah PSEL Denpasar Raya pada akhir 2027 benar-benar akan menjadi juru selamat bagi darurat sampah Bali, atau justru berakhir menjadi proyek gagal berikutnya yang mewariskan utang finansial dan bencana kesehatan bagi anak cucu di Pulau Dewata? Waktu yang akan menjawab.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya