Pemkab Tabanan Komitmen Untuk Mendukung Sistem Subak Jatiluwih yang Diakui UNESCO

Pemkab Tabanan Komitmen Untuk Mendukung Sistem Subak Jatiluwih yang Diakui UNESCO (Sumber foto: Pemkab Tabanan)

TABANAN, BALINEWS.ID – Terkait dengan situasi di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan berkomitmen untuk mendukung perlindungan sistem Subak Jatiluwih secara berkelanjutan melalui sinergi lintas pemangku kepentingan.

“Jatiluwih bukan hanya kebanggan Tabanan, tetapi juga kebanggaan dunia. Karena itu diperlukan sinergi dan komitmen bersama agar pengelolaannya tetap berkelanjutan dan Subak sebagai warisan budaya tetap terjaga,” ujar Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga.

Saat Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pengelolaan dan Penataan Kawasan Jatiluwih di Ruang Rapat Lantai III Gedung DPRD Provinsi Bali pada Kamis (8/1/26) lalu yang dihadiri jajaran Panitia Khusus Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan Pertanian (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, DPRD Tabanan dan jajaran Pemkab Tabanan serta pihak lainnya.

BACA JUGA :  Garda Tipikor Klungkung Bongkar Mandeknya Kasus Dugaan Korupsi, Minta Kadis Pariwisata Dicopot Sementara

Tindak lanjut pengelolaan dan penataan kawasan Jatiluwih khususnya terkait pengendalian dan perlindungan kawasan Subak Jatiluwih yang masuk sebagai salah satu situs Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO perlu dilindungi karena selaras dengan kebijakan Lahan Sawah Dilindungi/Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LSD/LP2B) dalam penataan ruang.

Dalam rapat tersebut, Pansus TRAP Provinsi Bali juga menyerahkan rekomendasinya kepada Pemerintah Daerah sebagai landasan strategis dalam penataan dan pengelolaan kawasan Jatiluwih kedepannya. Apresiasi lalu diterima Pemkab Tabanan, selanjutnya kesiapan akan dilakukan untuk menindaklanjuti secara serius rekomendasi itu.

BACA JUGA :  Diduga Masalah Asmara, Lansia di Peguyangan Tewas Ditikam, Pelaku Serahkan Diri

“Pemkab Tabanan akan menjalani rekomendasi-rekomendasi tersebut, kami akan berkerja maksimal,” jelasnya.

Menurutnya, penataan kawasan Jatiluwih harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dunia.

Kepatuhan regulasi tata ruang, hingga keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal harus dikuatkan.

“Penguatan pengawasan akan dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran tata ruang maupun aktivitas yang berpotensi merusak keberlanjutan subak,” sambungnya. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria menggandeng Komunitas Sosial Peduli Yatim Piatu...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, membuka secara resmi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Indonesia...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Setiap pertengahan Februari, etalase toko, linimasa media sosial, hingga dekorasi kafe berubah jadi lautan merah...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Perayaan Hari Valentine setiap 14 Februari identik dengan bunga, cokelat, dan nuansa merah muda yang...