Poltekkes Kemenkes Denpasar Cetak Kader Majelis Taklim Tangguh, Perkuat Garda Depan Deteksi Dini Hipertensi

DENPASAR, BALINEWSID – Upaya menekan angka kasus hipertensi di masyarakat terus diperkuat melalui pemberdayaan kader kesehatan berbasis komunitas. Tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Keperawatan menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Optimalisasi Peran Kader Kesehatan Majelis Taklim Masjid dalam Deteksi Dini dan Pengendalian Hipertensi di Masjid Sadar, Jalan Tegalwangi Gang Kenanga No. 13, Sesetan, Denpasar Selatan. Pada Tanggal 23 mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 kader kesehatan dari berbagai majelis taklim dengan tujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi hipertensi sejak dini, memberikan edukasi kesehatan, serta mendampingi masyarakat dalam upaya pengendalian penyakit yang kerap disebut sebagai silent killer.

Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan, pelatihan pengukuran tekanan darah yang benar, edukasi pola hidup sehat, hingga simulasi pendampingan bagi masyarakat yang memiliki risiko hipertensi.

BACA JUGA :  Westen Hirst and Jasmine Studer Triumph at Rip Curl Cup Padang Padang 2025

Ketua tim pengabdian, Suratiah, S.Kep., Ners., M.Biomed., mengatakan, ” Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisi kesehatannya. Tegasnya.

Tambahnya, saat ini majelis taklim memiliki peran strategis karena memiliki kedekatan sosial dan spiritual dengan masyarakat. Melalui kader kesehatan yang dibekali pengetahuan dan keterampilan memadai, edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah rutin serta penerapan gaya hidup sehat dapat menjangkau lebih banyak warga, ujarnya.

BACA JUGA :  Forum Komunitas Lingkungan Bali Kompak Peringati Hari Air Sedunia

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pengukuran tekanan darah yang sesuai standar, identifikasi faktor risiko hipertensi, penerapan pola makan rendah garam, pentingnya aktivitas fisik, pengelolaan stres, hingga kepatuhan menjalani pengobatan bagi penderita hipertensi.

Selain memberikan pelatihan, tim pengabdian juga membuka layanan pemeriksaan tekanan darah gratis bagi anggota majelis taklim yang hadir. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana skrining awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka.

Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan skrining hipertensi serta menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Para kader juga menyatakan kesiapan untuk melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala di lingkungan majelis taklim masing-masing.

BACA JUGA :  Kebakaran Genset di Basement Kantor DPRD Badung, Saksi Dengar Suara Ledakan

Program ini dinilai sejalan dengan berbagai upaya pencegahan penyakit tidak menular yang menekankan pentingnya keterlibatan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Pemberdayaan kader kesehatan berbasis komunitas juga diyakini mampu membantu menekan risiko komplikasi hipertensi, seperti stroke dan penyakit jantung.

Melalui kegiatan tersebut, Poltekkes Kemenkes Denpasar berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini hipertensi dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah munculnya penyakit kronis di kemudian hari.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya