Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih, 483 Ribu Pelamar Lolos Administrasi

Koperasi Desa Merah Putih bersiap menyambut kedatangan Manager baru.
Koperasi Desa Merah Putih bersiap menyambut kedatangan Manager baru.

JAKARTA, BALINEWS.ID — Antusiasme masyarakat terhadap rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) membludak. Hingga penutupan pendaftaran pada 25 April 2026, tercatat sebanyak 639.732 orang mendaftar. Dari jumlah tersebut, 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Saat ini, proses seleksi telah memasuki tahapan Tes Kompetensi yang berlangsung pada 3–12 Mei 2026. Ujian dilaksanakan secara transparan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang tersebar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  Ingin Atasi Pinjol, Presiden akan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Pengarah Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa proses rekrutmen ini menunjukkan progres signifikan dalam penyediaan sumber daya manusia untuk dua program prioritas Presiden, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Mengutip Kementerian Koordinator Bidang Pangan, program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah perdesaan dan pesisir, melalui penyediaan tenaga manajerial yang kompeten.

Sejak diumumkan pada 15 April 2026, pemerintah membuka 35.476 formasi, terdiri dari 30.000 posisi manajer KDKMP dan 5.476 pegawai KNMP. Tingginya jumlah pelamar disebut melampaui ekspektasi awal.

BACA JUGA :  KAI Pacu Distribusi Pupuk, Catatkan Lonjakan 442% di Awal Tahun 2025

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung. Ia menyebut rekrutmen ini sebagai investasi besar negara dalam pembangunan sumber daya manusia di desa.

“Ini merupakan investasi sumber daya manusia terbesar di desa yang pernah dilakukan oleh negara. Generasi muda diberi kesempatan membangun desa, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi, serta memotong rantai distribusi yang panjang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Panitia Seleksi Nasional akan mengawal ketat seluruh tahapan rekrutmen agar berjalan objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

BACA JUGA :  Situasi di Bali Sudah Aman, Koster: Wisatawan Tak Perlu Khawatir

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya