DENPASAR, BALINEWS.ID – Pemerintah Provinsi Bali bersama ASITA Bali dan panitia mulai menyiapkan Bali Tourism Run 2026 sebagai ajang sport tourism untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti 2.000 hingga 4.000 pelari serta diharapkan menjadi agenda rutin tahunan.
Ketua Panitia I Wayan Suberata mengatakan, Bali Tourism Run 2026 merupakan penyelenggaraan kedua setelah event perdana sukses digelar pada 21 April 2024 bertepatan dengan Hari Kartini.
“Pada tahun 2025 kami tiadakan karena kesibukan. Tahun 2026 ini kami genjot kembali,” ujar Suberata di Denpasar, Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, event tahun depan akan mengusung tema Road to 100 Tahun Bali Tourism sebagai bagian dari semangat menyongsong satu abad pariwisata Bali sekaligus memperkuat promosi wisata melalui kegiatan olahraga.
Ia menjelaskan, panitia menargetkan peserta minimal 2.000 orang dan maksimal 4.000 peserta dari kalangan pelari lokal, nasional, hingga mancanegara.
Untuk biaya pendaftaran, panitia masih melakukan pembahasan final. Namun, tiket diperkirakan berada di kisaran Rp250 ribu per peserta dan sudah termasuk jersey serta medali.
“Angka pastinya belum kami godok, tapi kurang lebih Rp250 ribu. Kami juga masih melihat dukungan sponsor,” katanya.
Panitia memastikan tidak akan membedakan harga tiket antara peserta lokal dan asing guna menghindari keluhan, karena fasilitas yang diterima seluruh peserta sama.
Dalam pelaksanaannya, panitia akan melibatkan berbagai komunitas lari dan pihak yang berpengalaman menangani event olahraga agar pelaksanaan berjalan maksimal.
“Kami akan libatkan semua komunitas supaya target peserta tercapai,” ucapnya.
Meski demikian, Suberata mengakui tantangan utama saat ini adalah pendanaan. Namun, panitia siap bergerak cepat karena sistem aplikasi dan teknis pelaksanaan sudah disiapkan.
“Kalau dana sudah ada, kami siap bergerak cepat,” tandasnya.
