BALINEWS.ID – Sidang perdana yang mestinya jadi awal proses hukum perceraian Muhammad Zidan dan Raisya Bawazier justru berjalan tidak sesuai rencana. Selasa (1/9/2026), Pengadilan Agama Jakarta Pusat menggelar agenda kelengkapan berkas dan mediasi untuk perkara ini, tapi Raisya sama sekali tidak menampakkan diri di ruang sidang.
Hanya Zidan bersama tim kuasa hukumnya yang hadir, membuat proses sidang hari itu terpaksa ditunda. “Ditunda karena nggak nyampai undangannya,” ujar Zidan saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
Menariknya, Zidan sendiri tampak santai menanggapi ketidakhadiran mantan istrinya ini. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada proses pengadilan, tanpa terkesan kecewa atau terburu-buru.
“Ah saya biasa aja sih, kan itu mungkin dari pengadilannya ya. Ya mungkin next-nya bisa sampailah harusnya. Itu aja sih,” ungkapnya, seperti yang dikutip dari Lambe Turah Bali.
Di tengah momen yang sama, Zidan justru memanfaatkan kesempatan untuk buka suara soal alasan sebenarnya di balik keputusannya mengajukan talak cerai. Pernikahan Zidan dan Raisya sendiri baru berjalan delapan bulan sejak resmi digelar Desember 2025 lalu, waktu yang terbilang singkat untuk sebuah rumah tangga akhirnya kandas dan berujung ke meja hijau.

“Ya karena nggak cocok aja, perbedaan pendapat dari awal,” ujar Zidan.
Ketidakcocokan yang dimaksud Zidan ternyata bukan soal drama besar atau konflik tajam, melainkan perbedaan latar belakang kehidupan yang cukup mendasar. “Ya beda visi-misi mungkin ya. Kan Raisya kan biasa di Jakarta, saya biasa di daerah. Jadi mungkin beda apa ya pemikiranlah. Sudah sih itu aja,” jelasnya.
Yang membuat pernyataan Zidan terasa berbeda dari kebanyakan kasus perceraian selebriti, ia tidak menyalahkan sang mantan istri sama sekali. Justru sebaliknya, ia mengambil tanggung jawab lebih besar atas keretakan rumah tangga mereka.
“Raisyanya baik-baik aja sih. Ya mungkin saya yang salah dikitlah dari awal sampai akhirnya bisa jadi kayak gini,” tuturnya.
Di penghujung keterangannya, Zidan bahkan menitipkan harapan tulus untuk masa depan Raisya, meski keduanya sudah memutuskan berpisah jalan. “Ya lebih menyayangkan ke depannya sih biar dia bisa nemukan orang yang lebih baik lagi mungkin kalau dirasa saya yang kurang,” ungkapnya.
Kasus ini sendiri sempat mengejutkan publik sejak awal, mengingat pernikahan Zidan dan Raisya pada Desember 2025 tidak pernah dibagikan Raisya lewat media sosialnya. Kini, dengan sidang perkara bernomor 1440/Pdt.G/2026/PA.JP yang tertunda akibat ketidakhadiran Raisya, publik masih menanti kelanjutan proses hukum ini pada sidang berikutnya, sekaligus penjelasan langsung dari sisi Raisya soal keputusan berpisah tersebut.
