“Symptom Borrowing” Marak di TikTok, Orang Tua Bali Harus Lebih Waspada

DENPASAR, BALINEWS.ID — Tren ‘symptom borrowing’ di TikTok menarik perhatian luas, khususnya di kalangan remaja. Tren ini membuat remaja meniru gejala kesehatan mental yang mereka lihat di media sosial.
Fenomena ini berpotensi meningkatkan angka diagnosis ADHD dan masalah kesehatan mental lainnya.

Para ahli kesehatan mental mengkhawatirkan dampak psikologis tren ini pada remaja.

Beberapa remaja mengaku terpengaruh oleh tren ini, meniru gejala yang mereka lihat tanpa memahami dampaknya.

Para ahli menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran akan kesehatan mental.(*)

BACA JUGA :  Pemotor Tewas Tabrakan Saat Lawan Arus, Polisi Temukan Airsoftgun dan Linggis di TKP

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya