JAKARTA, BALINEWS.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Prajaniti Hindu Indonesia melakukan audiensi dengan Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan peran organisasi Hindu, pembangunan di IKN Nusantara, hingga rencana penyelenggaraan Konferensi Internasional Pengusaha Hindu atau Global Hindu Business Conference (GHBC) di Bali.
Ketua Umum DPP Prajaniti Hindu Indonesia KS Arsana mengatakan, Prajaniti merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang ekonomi, pendidikan, sosial kemanusiaan, hingga kaderisasi kepemimpinan politik kebangsaan.
“Bila disejajarkan dengan organisasi kemasyarakatan lainnya, Prajaniti memiliki peran sejenis dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah,” ujar KS Arsana dalam audiensi tersebut.
Dalam kesempatan itu, KS Arsana juga menyampaikan bahwa Prajaniti bersama lintas organisasi Hindu akan menggelar Konferensi Internasional Pengusaha Hindu “Global Hindu Business Conference” (GHBC) di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali, pada 10-12 Juli 2026 mendatang. Konferensi tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai negara.
Selain forum bisnis internasional, agenda tersebut juga akan dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul “Dharmanomics: Membangun Kesejahteraan Bersama Berlandaskan Dharma”.
“Kami memohon dan berharap Bapak Wakil Presiden berkenan hadir, membuka konferensi, dan menjadi Honorable Keynote Speaker pada konferensi internasional ini,” kata KS Arsana.
Menanggapi undangan tersebut, Wapres Gibran menyatakan akan mengupayakan kehadirannya dengan menyesuaikan agenda kenegaraan yang telah dijadwalkan.
Dalam audiensi itu, KS Arsana turut menyampaikan rencana pembangunan Sekolah Inklusif Berbasis Alam, Kebangsaan, dan Spiritualitas Dharma di kawasan IKN Nusantara. Menurutnya, proyek tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan berbasis nilai kebangsaan dan spiritualitas Hindu.
Wapres Gibran disebut menyambut baik gagasan tersebut dan akan berkoordinasi dengan Kepala Otorita IKN Nusantara terkait tindak lanjut rencana pembangunan sekolah tersebut.
Sementara itu, Panitia Pengarah GHBC I Nyoman Gde Agus Asrama mengatakan konferensi internasional itu juga bertujuan mendorong para pengusaha Hindu dari berbagai negara untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya Bali.
Menanggapi hal itu, Gibran mengungkapkan pemerintah saat ini tengah membahas rencana menjadikan Bali sebagai pusat keuangan internasional baru di Asia.
“Kita juga sedang terus membahas rencana menjadikan Bali sebagai pusat keuangan internasional (financial center) baru di Asia. Konsepnya mirip Dubai. Kita memilih Bali karena semua fasilitas dan infrastruktur sudah tersedia,” ujar Gibran. (*)
