SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Setelah sempat dilaporkan hilang saat mandi di aliran sungai, seorang warga asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran Tukad Bubuh, Kamis (2/7/2026) pagi. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban karena pada tubuhnya ditemukan sejumlah luka yang diduga bukan akibat tenggelam semata.
Korban diketahui bernama I Nyoman Cita (50), seorang wiraswasta yang tinggal di Dusun Megari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita di aliran Tukad Bubuh, tepatnya di sebelah selatan Jembatan Bypass Ida Bagus Mantra, dekat Kantor KPU Kabupaten Klungkung. Korban sebelumnya dilaporkan belum kembali ke rumah setelah mandi di Sungai Pesona Lepang pada Rabu (1/7/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Polsek Banjarangkan menerima laporan kehilangan korban pada Rabu malam sekitar pukul 21.45 Wita. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel kepolisian bersama keluarga dan warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Namun, pencarian yang berlangsung hingga tengah malam belum membuahkan hasil. Karena kondisi gelap dan mempertimbangkan faktor keselamatan, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Kamis pagi.
Saat penyisiran kembali dilakukan, salah seorang warga yang ikut mencari melihat sesosok mayat mengapung dari atas jembatan. Temuan itu segera dilaporkan kepada petugas, yang kemudian mendatangi lokasi bersama tim gabungan untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam posisi telungkup. Petugas juga menemukan luka robek pada bagian pinggang belakang sisi kiri dan kanan serta bagian depan perut korban. Setelah dilakukan dokumentasi dan olah TKP, jenazah dievakuasi ke RSUD Klungkung guna menjalani identifikasi, pemeriksaan medis, serta visum et repertum.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Klungkung IPTU I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa membenarkan penemuan jenazah tersebut. Ia mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di aliran Tukad Bubuh. Dari hasil pemeriksaan awal memang ditemukan adanya luka pada tubuh korban. Namun, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematiannya karena masih menunggu hasil pemeriksaan forensik,” ujarnya.
Menurut Alit Purnawibawa, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keterangan saksi, dan olah TKP, korban diduga meninggal dunia setelah mengalami luka pada bagian pinggang dan perut, kemudian hanyut di aliran sungai.
“Kami masih mendalami apakah luka tersebut berkaitan dengan tindak pidana atau disebabkan faktor lain. Untuk memastikan penyebab dan mekanisme kematian korban, akan dilakukan pemeriksaan forensik atau autopsi oleh tim kedokteran forensik. Hasilnya nanti akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penyelidikan selanjutnya,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil pemeriksaan forensik guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. (*)
