NUSA PENIDA, BALINEWS.ID – Seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi, 40, meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat saat melakukan aktivitas penyelaman (diving) di perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Rabu (16/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.10 WITA. Korban sebelumnya mengikuti kegiatan penyelaman bersama rombongan di dua lokasi perairan Nusa Penida, yakni Manta Bay dan Crystal Bay.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban bersama guide, captain dan sejumlah peserta lainnya berangkat melakukan diving sekitar pukul 08.00 WITA. Saat tiba di lokasi pertama di Manta Bay, guide bernama Eugenius Francisco Ray, 33, sempat melihat korban dalam kondisi batuk-batuk.
Guide tersebut kemudian menanyakan kondisi korban sebelum penyelaman. “Korban menyatakan masih sanggup mengikuti aktivitas sehingga penyelaman di Manta Bay dilanjutkan dan berlangsung lancar,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Setelah selesai menyelam di Manta Bay, rombongan bergerak menuju Crystal Bay. Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.00 WITA, kondisi korban kembali ditanyakan. Korban menyatakan tetap ingin mengikuti penyelaman bersama rombongan.
Saat penyelaman berlangsung di Crystal Bay, rombongan sempat menghadapi arus yang cukup kuat. Kondisi tersebut kemudian kembali berubah ketika muncul arus yang lebih kuat hingga menyebabkan tiga penyelam lainnya terbawa arus.
Guide kemudian mengarahkan korban untuk tetap berada di tempat sementara dirinya bergerak mencari tiga penyelam tersebut. Setelah arus mereda, pencarian dilakukan terhadap korban.
Korban akhirnya ditemukan tengah melakukan penyelaman bersama rombongan lain yang didampingi guide bernama Wando Salone, 24.
Dalam kondisi tersebut, Wando melihat korban memberikan isyarat kehabisan oksigen. Korban juga terlihat panik hingga melepaskan alat pernapasannya. Wando kemudian memberikan alat pernapasan miliknya kepada korban.
Sempat ditepis, alat tersebut kembali dipastikan terpasang oleh Wando. Korban selanjutnya diarahkan untuk naik ke permukaan.
Sesampainya di permukaan, korban diarahkan menuju perahu. Di atas perahu, captain Richard Pontoh, 34, bersama Wando melihat korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulut. Meski demikian, saat itu korban masih memberikan respons.
Upaya pertolongan kemudian dilakukan dengan membawa korban menuju Dive Concepts Lembongan. Dari lokasi tersebut, korban selanjutnya dibawa ke Klinik Nusa Medika untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, saat dijemput pihak klinik, kondisi korban sudah tidak memberikan respons. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan dari Crystal Bay menuju Dive Concepts Lembongan.
Sekitar pukul 17.00 WITA, jenazah korban diberangkatkan menggunakan boat dari Dive Concepts Lembongan melalui Pelabuhan Syahbandar Desa Jungutbatu menuju Pelabuhan Sanur. Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara.
Berdasarkan keterangan pihak Klinik Nusa Medika, korban diduga mengalami henti napas. Kendati demikian, penyebab kematian belum dapat dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pihak keluarga korban juga disebut akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih pasti. Sementara itu, peristiwa tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Nusa Penida. (*)
