BADUNG, BALINEWS.ID – Di tengah meningkatnya persoalan sampah dan ancaman kerusakan lingkungan, Siswa Pencinta Alam (Sispala) Wira Satya Mandala SMAN 1 Kuta mengambil langkah kreatif dengan menggelar Wisma Environmental Championship (WEC) 2026. Kompetisi bertema lingkungan ini menjadi wadah edukasi sekaligus pembentukan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap kelestarian alam sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Kuta, Jalan Dewi Saraswati, Seminyak, Sabtu (30/5/2026), diikuti puluhan pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung. Para peserta berkompetisi dalam dua kategori, yakni Lomba Cerdas Cermat (LCC) Lingkungan dan Lomba Video Kreatif yang mengangkat isu-isu lingkungan hidup.
Ketua Umum Sispala Wira Satya Mandala, Komang Charissa Maharani, mengatakan WEC 2026 lahir dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan, terutama persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Bali.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada orang dewasa. Edukasi harus diberikan sejak usia muda agar tumbuh kesadaran dan tanggung jawab terhadap alam di masa depan.
“Permasalahan sampah bukan hanya tanggung jawab orang dewasa. Edukasi harus dimulai sejak dini agar generasi muda tidak tumbuh menjadi individu yang abai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, WEC 2026 dirancang tidak sekadar sebagai ajang kompetisi, tetapi juga ruang belajar bagi para pelajar untuk memperluas wawasan lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan pesan-pesan pelestarian alam.
Antusiasme peserta dalam pelaksanaan perdana kegiatan ini dinilai cukup tinggi. Ketua Panitia WEC 2026, Ni Komang Senja Devina, menyebut total terdapat 53 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di kawasan Petang, Kuta, hingga Kuta Utara.
Sebanyak 15 tim dengan total 45 peserta mengikuti kategori LCC Lingkungan, sementara empat tim yang terdiri atas delapan peserta berkompetisi dalam kategori Video Kreatif.
“Antusiasme ini menunjukkan tingginya semangat generasi muda untuk berkontribusi menjaga bumi,” katanya.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menghadirkan sejumlah praktisi dan aktivis lingkungan sebagai dewan juri. Penilaian LCC Lingkungan dilakukan oleh Anak Agung Istri Sri Sintya Cahyani dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), I Made Agus Jaya Wardana dari komunitas Malu Dong, serta aktivis kampanye anak Ratu Ayu Ningrat.
Sementara kategori Video Kreatif dinilai oleh praktisi visual Rifqi Faza Maulana dan Baiq Flora Carisa.
Pembina Sispala Wira Satya Mandala, Ida Bagus Narayana, mengapresiasi keberhasilan para siswa dalam menyelenggarakan kegiatan berskala kabupaten tersebut. Ia berharap WEC dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mampu mendorong lahirnya lebih banyak generasi muda yang aktif dalam menjaga lingkungan.
“Semoga ini menjadi sarana edukasi, kolaborasi, dan inspirasi bagi generasi muda maupun masyarakat luas untuk terus berkontribusi aktif menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Pada kategori Lomba Cerdas Cermat (LCC) Lingkungan, juara pertama diraih tim SPENDUTA 02 dari SMP Negeri 2 Kuta, disusul SMP Negeri 1 Kuta Utara sebagai juara kedua dan VORTEX dari SMP Negeri 1 Kuta di posisi ketiga.
Sementara pada kategori Video Kreatif, gelar Juara Umum diraih Sakti Production dari SMK TI Global Badung, sedangkan penghargaan Juara Video Kreatif berhasil dibawa pulang oleh SISPALA Dwisma dari SMA Negeri 2 Mengwi.
Melalui WEC 2026, Sispala SMAN 1 Kuta menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak harus dilakukan dengan cara konvensional. Kompetisi yang memadukan pengetahuan, kreativitas, dan kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat mengambil peran nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah tantangan persoalan sampah yang semakin kompleks.

