BADUNG, BALINEWS.ID — Pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tetap berjalan normal di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung yang mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai memastikan hingga Minggu (6/9), pemeriksaan keimigrasian di Terminal Kedatangan dan Terminal Keberangkatan Internasional berlangsung aman dan kondusif.
Berdasarkan hasil pemantauan, belum terdapat gangguan operasional yang berdampak langsung terhadap pelayanan pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Namun, kondisi kahar akibat erupsi tersebut berdampak terhadap satu penerbangan internasional, yakni Citilink QG500 rute Denpasar (DPS)-Dili (DIL) yang membawa 94 penumpang.
Penerbangan tersebut dibatalkan karena pesawat yang seharusnya mengoperasikan rute Denpasar-Dili tidak dapat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menindaklanjuti pembatalan tersebut, Imigrasi Ngurah Rai melakukan penyesuaian data perlintasan terhadap seluruh 94 penumpang pada aplikasi perlintasan keimigrasian. Langkah itu dilakukan agar data administrasi keimigrasian sesuai dengan kondisi aktual penerbangan.
Petugas Imigrasi juga memeriksa status izin tinggal seluruh penumpang yang terdampak. Hingga laporan tersebut dibuat, tidak ditemukan adanya penumpang yang mengalami overstay akibat pembatalan penerbangan.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, mengatakan pihaknya memprioritaskan kepastian pelayanan keimigrasian bagi penumpang yang terdampak kondisi kahar.
“Kami memahami situasi ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan. Oleh karena itu, kami langsung melakukan penyesuaian, agar tidak ada penumpang yang dirugikan secara administratif akibat kondisi yang berada di luar kendali mereka,” ujar Novyandri.
Imigrasi Ngurah Rai juga meningkatkan pemantauan terhadap seluruh penerbangan internasional, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Pemantauan mencakup potensi keterlambatan, pembatalan, hingga pengalihan penerbangan atau diversion.
Berdasarkan konfirmasi terakhir dengan otoritas penerbangan, selain penerbangan Citilink QG500, operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga saat ini belum terdampak secara langsung oleh kondisi tersebut.
Langkah pengawasan dan penyesuaian layanan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Surat Nomor IMI.8-GR.09.06-045 tanggal 2 September 2026 tentang Optimalisasi Pemeriksaan Imigrasi dalam Kondisi Kahar.
Surat tersebut secara khusus mengarahkan peningkatan pemantauan terhadap aktivitas penerbangan internasional dan kondisi operasional bandar udara.
Imigrasi Ngurah Rai memastikan monitoring akan dilakukan secara berkelanjutan. Pelayanan pemeriksaan keimigrasian tetap menjadi prioritas dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum selama terjadi dinamika operasional penerbangan akibat erupsi.
