JAKARTA, BALINEWS.ID – Ratusan massa yang mengatasnamakan Front Pemuda Kalimantan & Sumatera menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026). Mereka memprotes pemadaman listrik bergilir dan blackout yang disebut masih terjadi secara masif di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Massa yang datang menggunakan bus dan kendaraan bak terbuka langsung memblokir pintu masuk kantor PLN. Di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian, para demonstran juga memasang spanduk bertuliskan “Kantor Ini Disegel” di pagar kantor sebagai bentuk aksi simbolis.
Sejumlah spanduk bernada kritik turut dibentangkan dalam aksi tersebut. Salah satunya menampilkan foto Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, disertai tulisan “Dirut Makin Kaya, Rakyat Tetap Susah.”
Dalam orasinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta Direksi PT PLN (Persero) menyampaikan pertanggungjawaban secara terbuka kepada masyarakat terkait pemadaman listrik yang berdampak luas di Kalimantan dan Sumatera, termasuk menjelaskan penyebab, langkah penanganan, serta jaminan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kedua, mereka mendesak aparat penegak hukum bersama lembaga pengawas yang berwenang melakukan pemeriksaan, audit, dan investigasi menyeluruh terhadap tata kelola operasional serta dugaan kelalaian dalam penyelenggaraan sistem kelistrikan PT PLN (Persero) guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Ketiga, massa meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot jajaran direksi PLN apabila dalam waktu 3×24 jam pasokan listrik di Kalimantan dan Sumatera masih mengalami gangguan atau byarpet.
“Kami meminta seluruh pihak berwenang untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini,” ujar koordinator aksi dalam orasinya.
Hingga aksi berlangsung, tidak ada satu pun jajaran direksi PLN yang menemui massa. Setelah melakukan aksi di depan gerbang kantor, sebanyak 10 perwakilan pengunjuk rasa akhirnya diterima untuk melakukan negosiasi dan menyampaikan aspirasi kepada pihak PLN.
