Gara-Gara Hal Sepele, Sekelompok Pemuda Bentrok di Pemogan

Foto ilustrasi

DENPASAR, BALINEWS.ID – Minggu (26/4/26) pukul 01.00 WITA dini hari kawasan di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, mendadak mencekam. Terlihat sekelompok pemuda terlibat aksi bentrokan yang ternyata disebabkan oleh masalah sepele.

Polsek Denpasar Selatan yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan seorang pemuda bernama Gregorius Andrean Solo (22). Kanit Reskrim Polsek Densel, Iptu Azel Arisandi, menyebut bahwa insiden ini berawal dari konflik pribadi antara Solo dan dua bersaudara, Andre Nani serta Ino Nani.

“Ketiganya dalam pengaruh minuman keras (miras),” jelas Iptu Azel.

Peristiwa ini sebenarnya bermula sejak Sabtu sore (25/4/26) sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, Solo tengah berkumpul di kos bersama tiga temannya, yakni Kristian Ama Kii (22), Edis, dan Gusli untuk mengerjakan tugas kuliah. Setelah itu, mereka makan bersama dan kemudian memutuskan untuk minum minuman keras.

BACA JUGA :  ​Kasus Kekerasan Bersajam Libatkan Pejabat Tinggi PLN Berakhir RJ, Ada Upaya 'Selamatkan Wajah' Korporasi?

Menjelang tengah malam, sekitar pukul 00.00 WITA, Andre Nani dan Ino Nani datang dan ikut bergabung. Situasi mulai memanas ketika Andre Nani berbicara lewat telepon dengan suara keras hingga ditegur oleh tetangga kos. Teguran tersebut memicu emosi, bahkan Ino sempat ingin membalas orang yang menegur.

Di tengah ketegangan itu, Solo mencoba menenangkan keadaan. Namun tanpa sengaja ia malah menyenggol gelas hingga jatuh dan pecah. Pecahan gelas itu melukai kaki istri tetangga kos dan juga Ino Nani. Saat ditanya siapa yang menyebabkan gelas pecah, Solo mengaku. Reaksi Ino justru semakin tersulut hingga mencoba memukulnya.

Solo yang merasa tidak terima memilih pergi. Namun saat hendak pulang, ia kembali dihentikan dan dimaki oleh Ino. Adu mulut pun tak terhindarkan, hingga Andre Nani ikut melayangkan pukulan. Kristian sempat melerai dan mengantar Solo keluar hingga ke depan gang.

BACA JUGA :  Uang Ratusan Miliar Lenyap di Sekuritas, Nasabah Minta Perlindungan OJK

Alih-alih pulang, Solo justru menghubungi teman-temannya dan meminta mereka datang. Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi bentrokan terbuka antara dua kelompok. Diperkirakan sekitar 15 sampai 20 orang terlibat, sebagian di antaranya disebut berasal dari NTT.

“ Ada yang terlihat membawa senjata tajam jenis parang, dan terjadi aksi pelemparan batu,” tambah Iptu Azel.

Salah satu penghuni kos, Mardianto Tanggela (24), mengaku sempat panik saat keributan terjadi. Ia bersama penghuni lain mengunci pintu kamar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah situasi agak tenang, mereka keluar untuk mengamankan sepeda motor. Namun tiba-tiba seorang pelaku datang dan melontarkan ancaman,

“Cari orang kamar Nomor 10, kalo tidak besok pagi kami datang dan akan mengeluarkan seluruh penghuni kos” ujar seorang pelaku.

Menurut Mardianto, jumlah pelaku memang cukup banyak, sekitar 15 hingga 20 orang, dan beberapa membawa senjata tajam. Bahkan, seorang penghuni kos di kamar 7 mengalami luka gores di bagian perut, diduga akibat lemparan benda keras seperti batu atau kayu.

BACA JUGA :  Dua Pencuri Vila di Nusa Penida Ditangkap, Terancam 7 Tahun Penjara

Di sisi lain, kerusakan juga menimpa mobil Toyota Innova milik Chevy Agung Martadewa (30). Mobil rental itu diketahui rusak pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA, dengan kaca belakang pecah akibat lemparan batu yang ditemukan di dalam kendaraan.

“Korban diberitahu oleh tuan kosnya bahwa ada keributan di Jalan Tunjung Biru, sehingga diduga salah satu dari kelompok itu yang melempar. Korban tidak mengenal ataupun memiliki permasalahan dengan pelaku, sehingga tidak mengetahui motif mobilnya dilempari batu,” terang Iptu Azel.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1,5 juta. Ia berencana memperbaiki kendaraannya, meski hingga kini belum memutuskan untuk membuat laporan resmi. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya