DENPASAR, BALINEWS.ID — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar tengah mencari keberadaan tiga warga negara asing (WNA) yang viral setelah video pengusiran mereka dari sebuah gym di kawasan Ubud, Gianyar, Bali, beredar luas di media sosial.
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Ida Bagus Made Suandita, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi pada Rabu (20/8/2026).
Dari hasil pengecekan sementara, persoalan tersebut bermula dari dugaan sikap atau persoalan etika salah satu WNA terhadap pegawai gym.
“Yang jelas dari hasil pengecekan kami, yang bersangkutan warga negara Bulgaria dan lahir di sana,” ujar Suandita saat dikonfirmasi, Kamis (20/8).
Suandita menegaskan, tiga WNA yang ramai disebut sebagai warga negara Israel tersebut diketahui masuk ke Indonesia menggunakan paspor Bulgaria.
Menurutnya, tempat kelahiran seseorang tidak secara otomatis menunjukkan kewarganegaraan yang digunakan saat memasuki suatu negara. Dalam kondisi tertentu, seseorang juga dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan sesuai ketentuan hukum negara terkait.
Imigrasi Denpasar kemudian melakukan pengecekan dan penelusuran setelah informasi mengenai kewarganegaraan ketiga WNA tersebut berkembang luas di media sosial.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, peristiwa di gym tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kewarganegaraan. Persoalan disebut bermula ketika salah satu WNA terlibat perdebatan dengan pegawai gym.
Dalam video yang beredar, pemilik gym meminta tiga pria asing tersebut meninggalkan lokasi. Dalam rekaman itu juga terdengar pembicaraan mengenai Israel dan IDF atau Israel Defense Forces.
Pemilik Ayenda, Samir (32), kemudian memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia menyebut persoalan bermula ketika ketiga pria tersebut datang ke gym dan salah satu di antaranya diduga bersikap kasar terhadap staf.
Menurut Samir, kondisi tersebut kemudian memicu perdebatan hingga pihak gym meminta ketiganya meninggalkan tempat.
Samir juga mengaku sempat menanyakan kewarganegaraan ketiga WNA tersebut. Dalam video klarifikasinya, ia menyebut mereka mengaku sebagai warga negara Israel.
Namun, hasil pengecekan awal Imigrasi Denpasar menunjukkan ketiganya masuk ke Indonesia menggunakan paspor Bulgaria, meskipun disebut lahir di Israel.
Kasus tersebut kemudian berkembang di media sosial. Perdebatan warganet tidak hanya membahas insiden di gym, tetapi juga menyinggung kewarganegaraan ketiga WNA, dugaan keterkaitan dengan IDF, hingga tudingan mengenai perlakuan diskriminatif.
Samir membantah tudingan bahwa pengusiran dilakukan karena faktor agama. Ia menyatakan persoalan bermula dari sikap salah satu WNA terhadap staf serta pembicaraan yang berkaitan dengan Israel dan IDF.
Ia juga mengungkapkan gym miliknya sempat mendapatkan ulasan bintang satu di Google setelah video kejadian tersebut viral.
Sementara itu, Imigrasi Denpasar masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas, kewarganegaraan, serta status keimigrasian ketiga WNA tersebut.
Dengan demikian, penyebutan ketiga pria tersebut sebagai “warga Israel” di media sosial perlu dibedakan dengan status kewarganegaraan yang digunakan saat memasuki Indonesia. Berdasarkan pengecekan awal Imigrasi Denpasar, ketiganya disebut masuk menggunakan paspor Bulgaria, meski disebut lahir di Israel.
