DENPASAR, BALINEWS.ID – Pada 1984, di Bali terdapat Komando Daerah Kepolisian (Komdak XV/Bali). Kemudian diubah menjadi Polda Nusa Tenggara. Baru pada 1996 dipecah menjadi Polda Bali, NTB, NTT, dan Timor Timur.
Polda Bali tergolong polda tipe A, dipimpin oleh seorang kepala kepolisian daerah (Kapolda) yang berpangkat jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi.
Sejak tahun 2000-an, sejumlah Kapolda pernah menjabat. Antara lain:
- Irjen Pol Budi Setiawan (Oktober 2001 – 25 April 2003). Saat menjabat, ia memimpin Polda Bali saat menangani tragedi Bom Bali I pada tahun 2002 di Kuta.
- Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. (25 April 2003 – 11 Desember 2005). Dikenal terutama atas perannya dalam penanganan terorisme hingga pemberantasan judi di Bali.
- Soenarko Danu Ardanto (9 Desember 2005 – 7 November 2006). Fokus utamanya selama menjabat adalah memulihkan situasi keamanan Bali pasca-Bom Bali II, menjaga kondusifitas wilayah, serta memperkuat koordinasi keamanan di wilayah hukum Polda Bali.
- Paulus Purwoko (7 November 2006 – 1 Mei 2008). Aktif dalam rapat pimpinan (Rapim) Polri di tingkat Mabes Polri pada tahun 2010, menunjukkan keterlibatan dalam perumusan kebijakan nasional selama menjabat di Bali.
- Asikin Husein (2 Mei 2008 – 15 Juli 2009). Fokus utama masa jabatannya adalah menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Bali, khususnya pasca peristiwa besar seperti bom Bali, serta menjaga hubungan dengan media.
- Sutisna (15 Juli 2009 – 24 Agustus 2010).
- Hadiatmoko (24 Agustus 2010 – 6 Juli 2011).
- Totoy Herawan Indra (6 Juli 2011 – 6 Maret 2012).
- Budi Gunawan (6 Maret 2012 – 26 Desember 2012). Pencapaian utamanya adalah menjadikan Polda Bali sebagai pelopor reformasi birokrasi terbaik se-Indonesia saat itu.
- Arif Wachyunadi (26 Desember 2012 – 16 September 2013).
- Albertus Julius Benny Mokalu (16 September 2013 – 5 Maret 2015). Pendekatan humanis, fokus pada pemeliharaan keamanan Bali sebagai destinasi pariwisata internasional, serta berhasil menjaga stabilitas keamanan selama periode krusial, termasuk pengamanan pemilu.
- Ronny Franky Sompie (5 Maret 2015 – 7 September 2015). Sukses mengamankan pelaksanaan Munas partai PDI Perjuangan di Bali. Dan memberantas perjudian.
- Sugeng Priyanto (7 September 2015 – 12 Desember 2016). Pengamanan intensif di obyek vital pariwisata di Bali. Dan pengamanan wisatawan asing.
- Petrus Reinhard Golose (12 Desember 2016 – 20 November 2020). Prestasi menonjol beliau meliputi keberhasilan dalam menjaga stabilitas keamanan Bali, pemberantasan premanisme, serta penguatan penggunaan teknologi informasi dalam operasional kepolisian.
- Putu Jayan Danu Putra (20 November 2020 – 2023). Pengamanan KTT G20 2022, penanganan Covid-19, serta meraih penghargaan sebagai Polda Terbaik se-Indonesia versi Kompolnas Award 2022. Ia dikenal melalui inovasi pelayanan publik dan pemberantasan kejahatan terorganisir.
- Ida Bagus Kade Putra Narendra (24 Juni 2023). Menjaga stabilitas keamanan di Bali, memperkuat sinergitas TNI-Polri, serta sukses mengamankan berbagai agenda internasional.
- Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. (29 Juli 2024 – Sekarang). Berfokus pada penguatan sinergi keamanan pariwisata, patroli gabungan, dan respons cepat bencana .
