NAGOYA, JEPANG, BALINEWS.ID — Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama teknologi dan industri dengan Jepang melalui pengembangan manufaktur presisi, semikonduktor, kedirgantaraan, perangkat medis, hingga teknologi generasi berikutnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan Delegasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dipimpin Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso ke Kouwa-Tec Co., Ltd. di Nagoya, Jepang, Jumat (18/9).
Dalam kunjungan yang didampingi pimpinan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tersebut, delegasi Indonesia bertemu President Kouwa-Tec Toshinobu Hayashi dan Chief of Sales Department Takaya Hayashi.
Susiwijono mengatakan pengalaman Kouwa-Tec dalam manufaktur presisi menjadi salah satu contoh pengembangan industri bernilai tambah tinggi berbasis teknologi. Perusahaan yang berbasis di Prefektur Aichi itu telah beroperasi sejak 1965 dan mampu bertahan menghadapi persaingan industri global serta sejumlah krisis ekonomi dan pandemi.
“Kami sangat mengapresiasi keahlian Kouwa-Tec dalam manufaktur presisi untuk industri kedirgantaraan, medis, dan semikonduktor,” ujar Susiwijono.
Kouwa-Tec bergerak dalam precision machine parts processing untuk industri aerospace, semikonduktor, medical, serta pengembangan prototipe. Perusahaan tersebut memiliki empat fasilitas pabrik dan mengantongi sertifikasi ISO 9001 serta JIS Q 9100.
Perusahaan Jepang itu juga telah memiliki pengalaman lebih dari 60 tahun dan dipercaya memasok berbagai komponen untuk perusahaan besar di sektor aerospace dan industri pesawat terbang, termasuk Boeing.
Selain manufaktur presisi, Kouwa-Tec mengembangkan komponen untuk teknologi generasi berikutnya, antara lain hydrogen drones dan electric vertical take-off and landing (eVTOL).
Menurut Susiwijono, kapabilitas manufaktur presisi seperti yang dimiliki Kouwa-Tec relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat industri bernilai tambah tinggi dan membangun ekosistem teknologi.
“Dengan pasar Indonesia yang terus berkembang dan komitmen terhadap transformasi industri, kami melihat potensi yang besar untuk membangun kerja sama dengan Kouwa-Tec, termasuk dalam investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia,” katanya.
Pemerintah juga mengaitkan penjajakan kerja sama tersebut dengan penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jepang melalui Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang telah disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2026.
Pembaruan IJEPA diharapkan memperkuat akses pasar, investasi, transfer teknologi, pengembangan kapasitas, serta keterhubungan industri Indonesia dan Jepang dalam rantai pasok global.
Fokus Penguatan Ekosistem Semikonduktor
Pengembangan industri semikonduktor menjadi salah satu bagian dari agenda transformasi ekonomi berbasis teknologi Indonesia. Pemerintah menempatkan pengembangan sumber daya manusia, teknologi, investasi, dan industri pendukung sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut.
Kerja sama Indonesia-Jepang di sektor semikonduktor juga memperoleh momentum melalui pembahasan Indonesia-Japan Joint Roadmap on Semiconductor Industry and Policy pada September 2026.
Kunjungan ke Kouwa-Tec memberikan gambaran mengenai peran manufaktur presisi dan industri pendukung dalam membangun ekosistem semikonduktor yang terintegrasi.
Selain pengembangan industri, pemerintah juga menekankan pentingnya tata kelola perdagangan strategis. Salah satunya melalui penguatan Strategic Trade Management (STM) dan penyelenggaraan 5th Annual Southeast Asian Forum on Export Control (SEAFEC) di Indonesia pada 16 September 2026.
Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama dan kapasitas negara-negara kawasan dalam pengelolaan perdagangan barang dan teknologi strategis.
Kunjungan ke Kouwa-Tec selanjutnya diharapkan membuka ruang penjajakan kerja sama dalam manufaktur presisi, industri pendukung semikonduktor, aerospace, teknologi medis, dan teknologi generasi berikutnya.
Kerja sama tersebut mencakup peluang investasi, transfer teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dalam rangkaian kegiatan di Nagoya, Susiwijono didampingi Deputi Bidang Perniagaan dan Industri Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon serta Tim Kemenko Perekonomian.
