BALINEWS.ID – Biasanya konser dibuka dengan lagu. Malam itu di Philadelphia, Ed Sheeran membukanya dengan permintaan maaf.
Penyebabnya bukan soal musik. Promotor Messina Touring Group menghentikan keterlibatan rapper Macklemore secara mendadak dari Loop Tour, setelah Macklemore membuat pernyataan pro-Palestina secara terbuka dalam sebuah acara. Langkah itu memicu efek berantai. Musisi pembuka lain memilih mundur sebagai bentuk solidaritas, dan seluruh lineup pembuka tur ikut goyah.
Dampaknya terasa di kantong penonton. Harga tiket di beberapa platform disebut merosot hingga 32 dolar AS, sekitar Rp480 ribu, untuk sisa jadwal tur di Amerika Serikat.
Sheeran menegaskan keputusan mencoret Macklemore bukan kehendak pribadinya, melainkan kebijakan promotor. Ia mengaku tidak pernah ingin jadi musisi aktivis. Tapi kali ini ia terseret ke tengah perdebatan soal kebebasan berpendapat, dan ia mengakui telah membuat kesalahan.
“Saya sangat, sangat menyesal,” kata Sheeran, dikutip dari BBC, Senin (21/9/2026).
Ia juga bicara terbuka soal Gaza. Sheeran menyebut serangan 7 Oktober 2023 di Israel sebagai hal yang mengerikan, dan menilai penderitaan warga sipil di Gaza, termasuk anak-anak, tidak bisa dibenarkan.
“Tetapi ini adalah masalah kemanusiaan, dan saya tidak bisa menyembunyikan perasaan saya lagi mengenai hal ini,” ujarnya.
Ia sempat ragu melanjutkan tur, tapi memilih tetap tampil demi penggemar. Ia juga menyampaikan kekhawatiran kalau pengelola tempat acara mulai menyeleksi materi musisi sebelum tampil. Kalimat itu disambut tepuk tangan penonton.
Di luar lokasi, massa membawa bendera Palestina berunjuk rasa. Seorang demonstran bernama Cooper mendorong tokoh publik memakai platformnya untuk bersuara. Pertunjukan berjalan aman, dan penonton yang ditemui usai acara menilai Sheeran menyampaikan pandangannya dengan tulus tanpa memicu perpecahan.
