SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Klungkung, baik untuk wilayah Klungkung daratan maupun Kecamatan Nusa Penida.
Namun, sebelum program tersebut dapat direalisasikan, ia memberikan sejumlah catatan.
Politisi yang akrab disapa Gung Anom tersebuy mengatakan, DPRD Klungkung pada prinsipnya mendukung penuh program Sekolah Rakyat yang merupakan program pemerintah pusat tersebut. Hanya saja, kesiapan lahan menjadi salah satu hal penting yang harus segera dipersiapkan.
“Ya, kita mendukung. Tapi kita harus menyiapkan lahan dulu untuk gedung sekolah itu. Karena ini kan program dari pemerintah pusat,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).
Selain kesiapan sarana dan prasarana, Ketua DPRD Klungkung ini juga memberikan catatan terkait kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjalankan proses pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, tenaga pendidik yang ditempatkan harus benar-benar memiliki kompetensi sehingga mampu memberikan pendidikan yang berkualitas kepada para siswa.
“Catatannya agar betul-betul guru yang kompetitif,” tegasnya.
Terkait calon siswa yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, Gung Anom mengatakan, berdasarkan informasi awal kemungkinan program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan pada kategori desil 1 hingga desil 5.
Namun, hingga kini ketentuan teknis atau petunjuk teknis terkait mekanisme penerimaan siswa maupun pelaksanaan program tersebut masih belum diterima.
“Untuk siswanya kemungkinan desil 1 sampai 5. Juknisnya seperti apa kan belum turun,” jelasnya.
Dengan demikian, DPRD Klungkung masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait mekanisme pelaksanaan Sekolah Rakyat tersebut.
Meski demikian, Gung Anom menegaskan DPRD Klungkung siap mendukung persiapan yang diperlukan agar program Sekolah Rakyat dapat direalisasikan di Kabupaten Klungkung, termasuk di wilayah daratan dan Nusa Penida.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan nantinya dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus mendukung pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Klungkung. (*)
