KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung menegaskan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat dalam pelaksanaan Festival Semarapura 2026. Anggaran yang mencapai Rp1,3 miliar dinilai harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan usaha kecil.
Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menyampaikan bahwa festival yang telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Ia menilai, kualitas penyelenggaraan perlu terus ditingkatkan agar mampu menarik lebih banyak wisatawan, terutama ke wilayah daratan Klungkung.
“Dengan anggaran yang cukup besar, festival ini wajib memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Salah satu poin yang menjadi perhatian DPRD adalah keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM). DPRD menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha yang berpartisipasi harus difasilitasi tanpa biaya.
Menurutnya, tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun, baik resmi maupun tidak resmi, agar festival tetap inklusif dan memberi ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Selain itu, DPRD juga menyoroti evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, khususnya terkait kegiatan lomba yang melibatkan sekolah. Praktik pembiayaan mandiri oleh peserta dinilai memberatkan, sehingga ke depan diminta tidak kembali terjadi.
Festival Semarapura 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 April hingga 1 Mei di kawasan Monumen Ida Dewa Agung Jambe. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam membangkitkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
DPRD Klungkung memastikan akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan festival, termasuk penggunaan anggaran, agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (*)
