BALINEWS.ID – Perjalanan KMP Virgo Transport 8 dari Surabaya menuju Banjarmasin berubah menjadi operasi SAR setelah kapal menghadapi cuaca buruk dan kemudian hilang kontak di Laut Jawa.
Kapal itu membawa 243 orang, termasuk kru, penumpang, sopir dan kernet. Ada pula 89 unit kendaraan di dalamnya.
Berikut kronologi berdasarkan informasi yang tercantum dalam laporan terkait insiden tersebut.
Pukul 01.00 WIB: Kapal Menghadapi Cuaca Buruk
Virgo Transport 8 yang sedang dalam perjalanan Surabaya-Banjarmasin melaporkan menghadapi cuaca buruk.
Setelah laporan tersebut, kapal kemudian hilang kontak.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan kapal diduga mengalami kemiringan di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Pukul 04.10 WIB: Basarnas Menerima Laporan
Laporan mengenai kondisi Virgo Transport 8 diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WIB.
Basarnas kemudian menetapkan operasi pencarian dan pertolongan untuk mencari kapal yang hilang kontak tersebut.
Titik terakhir kapal tercatat berada di koordinat 4°31’51.82″S 114°2’6.88″E, sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin. Jarak tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar lima jam perjalanan.
Pukul 04.30 WIB: Tim SAR Bergerak
Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan tim menuju Dermaga SAR Basirih.
Tim kemudian bergerak menggunakan KN SAR Laksmana 241 menuju titik terakhir Virgo Transport 8.
Basarnas Command Center juga mengirimkan broadcast radio ke berbagai saluran komunikasi di kawasan tersebut serta peta prediksi digital untuk membantu operasi SAR.
Helikopter SAR, armada KRI TNI AL, Polairud dan unsur SAR lainnya turut dikerahkan.
Kapal Terbalik, Evakuasi Dimulai
Saat proses penyelamatan berlangsung, beberapa kapal di sekitar lokasi ikut membantu evakuasi, antara lain KM Hai Da, MT Mauhaw dan TB TCP.
KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin juga dikerahkan.
Data sementara Kementerian Perhubungan kemudian mencatat 107 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sebanyak enam orang meninggal dunia.
Korban Selamat Ceritakan Detik-detik Kapal Miring
Salah satu korban selamat, Ahmad Saudi, mengatakan dirinya sedang tidur di sofa ketika mendengar seseorang berlari.
Saat diberitahu kapal miring, ia berdiri dan mendapati kapal memang sudah mengalami kemiringan.
Ahmad kemudian berpegangan pada jendela, naik ke bagian atas kapal dan menunggu hingga perahu karet keluar. Setelah itu ia melompat untuk menyelamatkan diri.
Menurut kesaksiannya, masih ada penumpang di kamar ekonomi ketika kapal mulai miring. Ia juga mengaku tidak mendengar alarm atau tanda peringatan sebelum kejadian.
Namun bagian ini masih menjadi kesaksian korban, bukan kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan.
KSOP Banjarmasin menyatakan penyebab insiden masih dalam investigasi. Faktor alam, teknis dan manusia akan diperiksa.
Sementara pencarian dan pendataan masih berlangsung, posko penanganan telah dibuka di Terminal Penumpang Bandarmasih Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk koordinasi dengan keluarga korban.
