KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung bergerak cepat memberikan respons kemanusiaan pasca kebakaran yang menghanguskan rumah milik warga di Dusun Tengah, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (9/6/2026).
Tak lama setelah peristiwa terjadi, PMI Klungkung langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen awal terhadap dampak kebakaran yang menimpa keluarga I Komang Suastika Arianta (44). Sebanyak tiga personel PMI dengan dukungan satu unit ambulans diterjunkan guna memastikan kebutuhan dasar korban dapat segera teridentifikasi.
Ketua PMI Kabupaten Klungkung melalui tim asesmen menyatakan langkah cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, rumah yang terbakar dihuni oleh satu kepala keluarga dengan lima anggota keluarga, terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan. Kebakaran mengakibatkan kerusakan berat pada bangunan rumah yang meliputi ruang tamu, dua kamar tidur, dan dapur.
Sebelumnya, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WITA. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar bangunan rumah warga. Mendapat laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung segera mengerahkan dua regu petugas dengan tiga unit armada pemadam ke lokasi kejadian.
Setelah hampir satu jam melakukan pemadaman, petugas berhasil mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan lainnya. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
Saat PMI melakukan asesmen, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra turut hadir meninjau lokasi kebakaran. Keduanya memberikan dukungan moril kepada keluarga korban sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.
Kehadiran PMI di lokasi mendapat apresiasi karena dinilai cepat dalam merespons kejadian dan membantu proses pendataan kebutuhan korban. Data hasil asesmen tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi keluarga terdampak.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak layak atau penggunaan peralatan elektronik yang tidak sesuai standar. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

