MEDAN, BALINEWS.ID – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kota Medan, Sumatera Utara, telah rampung 100 persen. Fasilitas pendidikan terpadu yang dibangun di atas lahan seluas 6 hektare itu menelan anggaran Rp1,25 triliun dan memiliki kapasitas awal 1.080 siswa.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan pembangunan SR Kota Medan menjadi bagian dari penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak sekaligus dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Plt. Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Dendy Kurniadi, mengatakan pemerintah telah menyiapkan mekanisme pemeliharaan setelah pembangunan selesai.
“Untuk pemeliharaan fasilitas SR, kami menyertakan masa pemeliharaan selama enam bulan dan sudah menyiapkan standard operating procedure (SOP) untuk pemeliharaan fasilitas ini kepada pihak penerima aset,” kata Dendy.
Menurut dia, SOP tersebut disiapkan agar pemeliharaan dan perbaikan fasilitas dilakukan sesuai ketentuan teknis yang berlaku. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas bangunan setelah memasuki tahap pemanfaatan.
SR Kota Medan memiliki sejumlah fasilitas utama, di antaranya ruang belajar, asrama, dan sarana penunjang pendidikan lainnya. Proyek ini tercatat sebagai pembangunan SR pertama di Indonesia yang mencapai progres fisik 100 persen.
Penyelesaian proyek tersebut mendapat apresiasi dari Komisi V DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik pada Kamis (17/9). Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung ruang kelas, asrama, dan sejumlah fasilitas lainnya.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Spesifik, Roberth Rouw, mengatakan pembangunan SR Kota Medan telah terlaksana tepat waktu dan dinilai berkualitas.
“Kami sudah melihat langsung fisik bangunan, ruang asrama dan ruang kelas yang telah terbangun dengan baik dan tepat waktu dalam kurun waktu yang relatif singkat,” ujar Roberth.
Namun, Roberth mengingatkan pemerintah agar kualitas fasilitas tetap dijaga setelah proses serah terima. Menurutnya, pemeliharaan secara konsisten diperlukan agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus digunakan secara optimal.
“Kami ingatkan kepada pemerintah bahwa penting untuk menjaga dan merawat fasilitas bangunan secara konsisten setelah serah terima agar bisa dirawat dengan baik,” katanya.
Kementerian PU juga membuka peluang penambahan kapasitas SR Kota Medan seiring perkembangan kebutuhan program. Kapasitas yang saat ini mencapai 1.080 siswa disebut berpotensi ditingkatkan menjadi 1.260 siswa atau lebih.
Dendy mengatakan peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui optimalisasi maupun perluasan kawasan yang telah tersedia.
“Ke depannya SR Kota Medan bisa kami tingkatkan kapasitasnya dari 1.080 siswa menjadi 1.260 siswa bahkan lebih,” ujarnya.
Untuk pengembangan tersebut, Kementerian PU meminta dukungan Komisi V DPR RI, Pemerintah Kota Medan, Dinas Sosial Kota Medan, dan Kementerian Sosial.
Dengan rampungnya pembangunan fisik, tahap berikutnya berfokus pada pemanfaatan, pemeliharaan, serta kemungkinan pengembangan kapasitas fasilitas pendidikan tersebut.
