DENPASAR, BALINEWS.ID – Semangat cinta kasih dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE/2026 di Bali. Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Bali berhasil mengumpulkan 115 kantong darah dalam kegiatan donor darah yang digelar di Blessing Room Maha Vihara dan Pusdiklat Maitreya Bali, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi etnis, majelis Buddha, vihara, serta tempat ibadah tersebut mendapat dukungan dari PMI Provinsi Bali dan Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI).
Ketua Panitia, Ketut Aryana, mengatakan aksi donor darah ini merupakan implementasi nyata nilai Metta Karuna atau cinta kasih dan kasih sayang yang menjadi ajaran penting dalam agama Buddha.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Waisak, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan bantuan darah.
“Donor darah merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian kepada sesama tanpa memandang latar belakang apa pun,” ujarnya.
Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Imah, yang hadir meninjau kegiatan memberikan apresiasi atas konsistensi Permabudhi Bali dalam menjalankan aksi kemanusiaan.
Ia menilai kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata nilai-nilai Dharma yang diwujudkan melalui tindakan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ini merupakan sumbangsih tulus umat Buddha dalam membantu sesama dan menyelamatkan kehidupan tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Ketua PDDI Bali mengungkapkan bahwa menjelang hari-hari besar keagamaan, kebutuhan darah di Bali umumnya mengalami peningkatan, sementara stok darah sering kali menurun.
Karena itu, kegiatan donor darah yang secara rutin dilakukan Permabudhi Bali dinilai sangat membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut juga terbilang tinggi. Bahkan hingga pendaftaran ditutup, masih banyak warga yang ingin berpartisipasi sebagai pendonor. Menariknya, sejumlah wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke vihara turut ikut mendonorkan darah setelah mengetahui adanya aksi sosial tersebut.
Ketua Permabudhi Bali, Hery Sudiarto, menyampaikan apresiasi kepada PMI, PDDI, para pendonor, dan seluruh panitia yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Menurutnya, donor darah menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa sekat perbedaan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa cinta kasih dapat menembus segala batas. Memberikan sebagian dari diri kita untuk membantu kehidupan orang lain merupakan bentuk kebajikan yang sangat mulia,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Permabudhi Bali berharap semangat Waisak tidak hanya dirasakan dalam bentuk perayaan keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memperkuat solidaritas sosial, persaudaraan lintas iman, dan harmoni kehidupan masyarakat Bali. (*)

