Tahanan Pasutri WN Aljazair Akui Curi di Dua Lokasi, Siap Ganti Rugi dan Minta Dideportasi

KUTA, BALINEWS.ID – Pasangan suami istri (pasutri) warga negara (WN) Aljazair yang menjadi tersangka kasus pencurian pakaian di dua pusat perbelanjaan di Bali mengakui perbuatannya dan mengajukan penyelesaian secara damai dengan pihak korban. Keduanya juga berharap dapat dideportasi setelah proses hukum berjalan.

Kuasa hukum kedua tersangka, Florentina alias Laura, mengatakan kliennya berinisial MBC (35) mengakui telah melakukan pencurian bersama istrinya, LM (30), di dua gerai Adidas yang berada di Beachwalk Shopping Center Kuta dan Mal Bali Galeria.

“Klien kami memang berniat menyelesaikan perkara ini. Mereka siap mengganti seluruh kerugian dan berharap proses mediasi dapat terlaksana. Kami juga berharap setelah itu mereka bisa dideportasi,” kata Laura saat ditemui di Polsek Kuta, Senin (6/7/2026).

Laura menjelaskan, di gerai Adidas Beachwalk, pasangan tersebut mengambil sembilan potong pakaian dan tiga topi dengan nilai sekitar Rp17 juta. Sementara di gerai Adidas Mal Bali Galeria, mereka mengambil lima potong pakaian dan dua topi senilai sekitar Rp3 juta. Total kerugian yang diakui mencapai Rp20 juta.

BACA JUGA :  WNA Terjaring Patroli Imigrasi Bali, Terlibat Prostitusi hingga Penyalahgunaan Izin Tinggal, Ditindak Tegas

Saat ini MBC ditahan di Polsek Kuta, sedangkan LM dititipkan di Lapas Perempuan Kerobokan bersama anak mereka yang masih berusia satu tahun.

Menurut Laura, permohonan mediasi didasari sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah kondisi kesehatan MBC yang disebut mengalami gangguan serius pada organ reproduksinya. Ia mengklaim kondisi tersebut diperparah akibat dugaan tindakan kekerasan yang dialami kliennya saat penangkapan dan pemeriksaan.

“Terkait dugaan penganiayaan itu, kami dan klien sudah dimintai keterangan oleh Propam. Klien menyampaikan bahwa pemukulan memang terjadi,” ujarnya.

Selain itu, Laura menyebut kondisi psikologis kedua kliennya saat ini mengalami depresi berat. MBC disebut sempat mengancam akan mengakhiri hidup apabila hasil pemeriksaan medis menyatakan dirinya mengalami cacat permanen. Sementara LM juga diklaim pernah mencoba bunuh diri karena tidak sanggup menghadapi proses hukum yang sedang dijalani.

BACA JUGA :  Rekayasa Lalu Lintas di Kerobokan Kelod Dimulai, Dishub: Evaluasi Tak Harus Tunggu Sebulan

Laura juga mengungkapkan bahwa keluarga tersebut sebenarnya hendak menuju Malaysia untuk mengobati penyakit jantung yang diderita anak mereka. Mereka disebut hanya singgah di Bali sebelum akhirnya terjerat kasus pencurian. Untuk memperkuat alasan tersebut, pihaknya telah meminta dokumen riwayat kesehatan dari Aljazair.

Di sisi lain, Laura membantah kabar yang menyebut dirinya telah meminta maaf kepada Kapolsek Kuta terkait pernyataannya mengenai dugaan penganiayaan terhadap kliennya.

“Saya tidak pernah meminta maaf. Kami hanya menyampaikan apa yang dialami dan diceritakan klien kepada kami. Semua juga sudah disampaikan saat pemeriksaan oleh Propam,” tegasnya.

Laura mengatakan dirinya bersama MBC telah dimintai keterangan oleh Propam Polres Badung pada 4 Juli 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, kliennya menceritakan kronologi sejak diamankan pada 6 Juni 2026.

BACA JUGA :  Pemerintah Salurkan BLT Tambahan Rp 900.000 untuk 35 Juta Keluarga pada Oktober-Desember

Sementara itu, Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, membenarkan bahwa Propam Polres Badung telah memeriksa anggota terkait laporan dugaan penganiayaan pada Sabtu (4/7/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi kesehatan MBC masih dalam penanganan dokter spesialis urologi. Terkait upaya mediasi, Kapolsek menegaskan pihak kepolisian tidak melakukan intervensi terhadap proses tersebut.

“Sejak awal Polsek Kuta tidak mengintervensi adanya mediasi antara para pihak,” kata Laksmi.

Laura menambahkan, pihaknya masih akan mendampingi LM untuk mendapatkan penanganan psikiater mengingat kondisi mentalnya yang terus menurun. Menurutnya, LM masih mengalami ketakutan selama menjalani penahanan dan hingga kini belum diberi tahu mengenai kabar meninggalnya ayah kandungnya di Aljazair demi menjaga kondisi psikologisnya.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya