Trump Cabut Hukuman Kartu Merah Folarin Balogun, Timnas Amerika Sambut Baik

Presiden Donald Trump melobi FIFA untuk mencabut kartu merah pemain Timnas Amerika, Folarin Balogun.
Presiden Donald Trump melobi FIFA untuk mencabut kartu merah pemain Timnas Amerika, Folarin Balogun.

AMERIKA SERIKAT, BALINEWS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melakukan lobi kepada FIFA hingga hukuman larangan bermain satu pertandingan yang dijatuhkan kepada penyerang tim nasional (Timnas) Amerika Serikat, Folarin Balogun, akhirnya dibatalkan. Keputusan tersebut membuat Balogun dipastikan dapat memperkuat AS menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle, Selasa (7/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Laporan The Guardian menyebutkan Trump melakukan sedikitnya tiga kali komunikasi dengan FIFA sejak Rabu (1/7/2026) guna meminta badan sepak bola dunia itu meninjau ulang sanksi terhadap Balogun. Sebelumnya, striker Arsenal yang dipinjamkan ke tim nasional AS itu menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina, sehingga dijatuhi hukuman larangan tampil satu pertandingan.

BACA JUGA :  Xi Jinping Bertemu Trump di Kuil Surga, Begini Sejarah Temple of Heaven

FIFA kemudian memutuskan menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut. Dengan demikian, Balogun tetap dapat dimainkan saat Amerika Serikat menghadapi Belgia dalam laga hidup-mati perebutan tiket perempat final.

Keputusan itu menjadi angin segar bagi tuan rumah Amerika Serikat. Balogun menjadi salah satu pemain paling produktif sepanjang turnamen dengan torehan tiga gol dari tiga laga sebagai starter.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyambut baik keputusan FIFA.

“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan besar,” tulis Trump.

FIFA menjelaskan, keputusan tersebut mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memberikan kewenangan kepada Komite Disiplin untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman kartu merah sepanjang pelanggaran yang dilakukan tidak berkaitan dengan pengaturan skor atau pelanggaran berat lainnya.

BACA JUGA :  Ganjar Pranowo Ikut Half Marathon 2025, Kenakan Jersey Bertulis Suami Istri Lari

Meski hukuman larangan bermain dibatalkan, kartu merah Balogun tetap tercatat dalam rekornya. Penyerang berusia 25 tahun itu juga menjalani masa percobaan selama satu tahun. Apabila kembali melakukan pelanggaran serupa dalam periode tersebut, sanksi larangan bermain satu pertandingan akan langsung diberlakukan.

FIFA sebelumnya pernah menerapkan ketentuan serupa kepada Cristiano Ronaldo. Saat itu, hukuman kartu merah yang diterima Ronaldo pada laga melawan Republik Irlandia ditangguhkan sehingga ia tetap dapat tampil pada pertandingan pembuka Portugal di Piala Dunia.

BACA JUGA :  Kalahkan Tuan Rumah, Tim Basket Putri Dosman Melaju ke Final DBL 2025 

Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino menyambut positif keputusan FIFA. Menurutnya, kartu merah yang diterima Balogun saat melawan Bosnia dan Herzegovina memang tidak layak diberikan.

“Semua orang yang mencintai sepak bola dan percaya pada etika serta integritas seharusnya menyambut keputusan ini. Kami sudah cukup dirugikan karena harus bermain dengan 10 pemain selama 30 menit akibat keputusan yang tidak adil,” kata Pochettino.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya