WITF 2026 Bidik 34 Negara, 100 Buyer Internasional Siap Dipertemukan dengan Industri Pariwisata Indonesia

JAKARTA, BALINEWS.ID — Kementerian Pariwisata bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, WITF 2026 menargetkan penguatan akses produk pariwisata Indonesia ke pasar internasional melalui forum business-to-business (B2B). Ajang ini akan mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan lebih dari 100 international buyers dari 34 negara.

Selain buyer internasional, WITF 2026 juga akan menghadirkan lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional. Pertemuan tersebut dikemas dalam rangkaian business matching untuk membuka peluang kerja sama, baik dalam mendatangkan wisatawan mancanegara maupun mendorong perjalanan wisata domestik.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan penguatan promosi dan perluasan akses pasar menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia di tengah perubahan lanskap pariwisata global.

BACA JUGA :  Ibu Hamil Wajib Tahu! Mikroplastik Bisa Masuk ke Tubuh Lewat Tiga Jalur Ini

“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia,” kata Widiyanti dalam konferensi pers WITF 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut dia, forum B2B seperti WITF memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk berinteraksi langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, sekaligus memperkenalkan destinasi dan produk pariwisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata juga memfasilitasi booth Wonderful Indonesia bagi pelaku industri dalam negeri. Peserta yang terlibat antara lain desa wisata, travel agent, industri wellness, taman wisata, hingga wisata sekolah.

Produk dan paket wisata unggulan dari para pelaku industri tersebut akan ditawarkan kepada buyer dan pengunjung selama pameran berlangsung.

WITF 2026 juga melibatkan puluhan exhibitor dari berbagai subsektor pariwisata, mulai dari tour operator, travel agent, hotel, perusahaan transportasi, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, hingga produk pendukung perjalanan wisata.

BACA JUGA :  Diduga Serangan Jantung, Deteni WN Australia Meninggal di Imigrasi Ngurah Rai

Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani mengatakan Jakarta memiliki posisi strategis sebagai gateway dan hub pariwisata Indonesia.

“Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional,” ujar Hariyadi.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global sepanjang 2026, penyelenggara menilai industri pariwisata perlu mempertahankan aktivitas promosi dan hubungan bisnis dengan pasar.

Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata mengatakan perubahan kondisi geopolitik, ekonomi, konektivitas, hingga persepsi keamanan dapat memengaruhi pola perjalanan wisatawan dan keputusan buyer.

“Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif,” kata Budi.

BACA JUGA :  Angkut BBM, Mobil Xenia Terbakar Hangus di Nusa Dua

WITF 2026 mengusung tema “Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism”. Penyelenggara menargetkan ajang tersebut berkembang menjadi B2B Tourism Tradeshow Indonesia berkelas dunia yang mempertemukan pasokan produk pariwisata Indonesia dengan permintaan pasar global.

Selain menghadirkan buyer internasional, Kementerian Pariwisata juga mendukung program familiarization trip (Fam Trip) bagi buyer potensial dari sejumlah negara. Para buyer tersebut akan mengunjungi sejumlah destinasi di Indonesia sebelum mengikuti business matching di WITF 2026.

Penyelenggaraan WITF 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian “Menuju 5 Abad Jakarta” dan upaya memperkuat posisi ibu kota sebagai titik temu antara pasar global dengan destinasi serta produk pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya