BADUNG, BALINEWS.ID — Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan nasional. Sedikitnya 17 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal hingga Minggu (6/9) pukul 10.00 WITA.
Gangguan juga berdampak pada sejumlah bandara lain. Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Radin Inten II Lampung dilaporkan ditutup sementara menyusul kondisi ruang udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, lima penerbangan kedatangan rute Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS) dibatalkan. Penerbangan tersebut masing-masing dioperasikan TransNusa dan Indonesia AirAsia.
Sementara dari sisi keberangkatan, terdapat 12 penerbangan yang mengalami gangguan. Sebagian besar dibatalkan, sementara satu penerbangan mengalami keterlambatan. Rute Denpasar-Jakarta menjadi salah satu rute yang paling terdampak.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan meski terdapat sejumlah penerbangan yang dibatalkan maupun disesuaikan, operasional bandara secara keseluruhan masih berjalan.
“Operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,” kata Gede Eka dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memperbarui jadwal serta menangani calon penumpang yang terdampak dan telah berada di terminal.
Koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
InJourney Airports turut menyiapkan layanan service recovery bagi penumpang penerbangan terdampak yang sudah berada di terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Tiga Bandara Ditutup Sementara
Dampak erupsi tidak hanya dirasakan di Bali. Abu vulkanik yang mengganggu ruang udara menyebabkan tiga bandara lainnya ditutup sementara sebagai langkah keselamatan penerbangan.
Ketiga bandara tersebut yakni Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Radin Inten II di Lampung.
Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi penerbangan karena dapat mengganggu visibilitas serta berpotensi masuk ke mesin pesawat. Karena itu, perkembangan sebaran abu menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelangsungan operasional penerbangan.
Di Bandara Soekarno-Hatta, gangguan operasional disebut berdampak jauh lebih besar dengan ratusan penerbangan dan puluhan ribu penumpang terdampak.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak hanya menjadi persoalan lokal, tetapi telah memberikan efek berantai terhadap konektivitas udara antardaerah.
Penumpang Diminta Cek Jadwal
InJourney Airports mengimbau calon penumpang untuk tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing.
Penumpang diminta melakukan konfirmasi secara berkala karena jadwal penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi ruang udara dan aktivitas vulkanik.
Untuk memperoleh informasi terkait layanan kebandarudaraan, masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui 172.
Pemantauan terhadap kondisi ruang udara terus dilakukan bersama instansi terkait guna memastikan keputusan operasional penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
