AXEAN Festival Guncang Bali, 220 Delegasi Global Siap Buru Talenta Musik Asia Tenggara

BADUNG, BALINEWS.ID — AXEAN Festival 2026 siap mengguncang Bali pada 29–30 Agustus 2026 dengan menghadirkan sekitar 220 delegasi industri musik dari berbagai negara. Festival yang digelar di Jimbaran Hub ini menjadi titik temu musisi Asia Tenggara dengan jaringan industri musik global.

Co-Founder AXEAN Festival, Satria Ramadhan, mengatakan ajang tersebut berawal dari keresahan pelaku industri musik Asia Tenggara saat bertemu dalam Bangkok Music City pada 2019.

Menurut Satria, Asia Tenggara memiliki banyak talenta musik berkualitas, namun belum mendapatkan eksposur yang cukup di pasar internasional.

“Concern kita adalah kita takut dunia tidak menganggap musik di Asia Tenggara itu bagus,” kata Satria dalam konferensi pers AXEAN Festival 2026 di Bali, Rabu (26/8/2026).

Narasumber dari sejumlah negara turut hadir dalam konferensi pers tersebut, yakni Piyapong M dari Thailand, Kanita Sichantha dari Laos, serta MC Galang dari Filipina.

Dari pertemuan pada 2019 itu kemudian lahir inisiatif ASEAN Music Showcase Festival yang mulai digelar pada 2020. Dua penyelenggaraan pertama berlangsung secara daring akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA :  Lirik Lagu Alamak 'Kalau Ada 9 Nyawa' Rizki Febian & Adrian Khalif

Festival kemudian kembali digelar secara offline di Singapura selama dua tahun sebelum berpindah ke Bali pada 2024. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga AXEAN di Bali dan ketujuh secara keseluruhan.

Pemilihan Bali dinilai strategis untuk menarik lebih banyak delegasi internasional. Selain mengikuti agenda industri musik, para delegasi juga dapat menikmati berbagai destinasi wisata di Pulau Dewata.

Jumlah delegasi tahun ini ditargetkan mencapai 220 orang, meningkat dari sekitar 170 delegasi pada tahun sebelumnya.

AXEAN juga menghadirkan delegasi dari luar Asia Tenggara, termasuk Jepang, Korea Selatan, India, Taiwan, Hong Kong, Makau, China, Prancis, Inggris, Meksiko, Australia dan Kanada.

Sekitar 49 artis dijadwalkan tampil dalam festival tersebut. Sebanyak 17–18 di antaranya merupakan musisi Indonesia, antara lain Darboy Gang, The Massive, Josubono, Babon dari Yogyakarta, Given dari Ambon dan Ailea dari Makassar.

Satria menegaskan kurasi artis tidak hanya mempertimbangkan popularitas. Kualitas musik dan kesiapan musisi untuk menembus pasar internasional menjadi pertimbangan utama.

BACA JUGA :  Ini Lima Duta Anak Provinsi Bali 2026 yang Terpilih saat Grand Final Mimbar Anak Bali XVIII/2026

Dari negara Asia Tenggara lainnya, sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil antara lain MASDO dan Pitahati dari Malaysia, PLAYERTWO dari Filipina, Subsonic Eye dari Singapura, serta Yellow Fang dan INSPIRATIVE dari Thailand.

Berbeda dengan festival musik komersial pada umumnya, AXEAN merupakan showcase festival yang mempertemukan musisi dengan pelaku industri. Para artis tampil di hadapan promotor festival, label, booking agent, publisher, publicity dan profesional musik lainnya.

Semangat “Music Without Border” menjadi landasan AXEAN untuk memperluas jejaring musik Asia Tenggara sekaligus membuka peluang musisi regional memasuki pasar internasional.

Selain pertunjukan, AXEAN 2026 kembali menghadirkan Songwriting Camp, program yang telah berlangsung sejak 2023. Program tersebut mempertemukan produser, singer-songwriter dan penulis lagu untuk menciptakan karya secara kolaboratif.

Karya hasil kolaborasi itu selanjutnya direncanakan dirilis melalui berbagai platform digital.

Perhatian terhadap talenta lokal Bali juga diperkuat melalui Bali Band Open Call, yang memberikan kesempatan bagi band-band Bali untuk tampil sekaligus terhubung dengan jaringan industri musik yang lebih luas.

BACA JUGA :  RUU Perampasan Aset Mulai Dibahas, DPR Fokus Pemulihan Kerugian Negara

Penyelenggara turut melibatkan musisi, pekerja kreatif dan vendor lokal Bali dalam pelaksanaan festival. Dari sisi lingkungan, AXEAN mulai menerapkan sejumlah langkah keberlanjutan, seperti mendorong pengunjung membawa tumbler, menyediakan air hasil filtrasi serta mempelajari sistem pengelolaan sampah bersama organisasi lingkungan.

Untuk penyelenggaraan 2026, AXEAN menargetkan sekitar 2.000 pengunjung selama dua hari, meningkat dibandingkan sekitar 1.000 pengunjung dalam dua tahun sebelumnya.

Dengan kehadiran ratusan delegasi internasional, AXEAN Festival 2026 tidak hanya menjadi panggung pertunjukan musik, tetapi juga arena pertemuan bisnis dan jaringan industri.

Ajang tersebut diharapkan membuka peluang kontrak, undangan tampil di luar negeri dan berbagai kesempatan baru bagi musisi Asia Tenggara.

Bali pun kembali diposisikan bukan sekadar sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai salah satu pintu masuk musik Asia Tenggara menuju panggung dunia.

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

ucapan-galungan-dprd-klungkung
KPP FEED IG QR_new

Breaking News

Baca Lainnya