SEMARAPURA, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menggelar Festival Semarapura ke-8 sebagai upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus melestarikan budaya lokal. Festival tahunan ini resmi dibuka di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Selasa (28/4/2026).
Pembukaan festival ditandai secara simbolis oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra serta Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Fransiskus Handoko.
Festival yang berlangsung selama empat hari, 28 April hingga 1 Mei 2026, menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari pementasan tradisional hingga hiburan modern. Sejumlah penampilan seperti tari Adi Mardangga, fragmentari “Puputan Klungkung”, hingga drama gong turut memeriahkan acara, disertai penampilan musisi lokal Bali.
Dalam sambutannya, Fransiskus Handoko mengapresiasi penyelenggaraan festival yang telah masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN). Menurutnya, festival ini memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata sekaligus sarana promosi budaya daerah.
“Festival ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga wadah pelestarian budaya dan promosi pariwisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Mengusung tema “Smarana Atita Prabha”, festival ini mengajak masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai sejarah dan budaya sebagai dasar pembangunan.
“Festival ini memberikan ruang bagi seniman, perajin, dan pelaku usaha lokal untuk berkreasi dan menunjukkan potensi terbaiknya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa masuknya Festival Semarapura dalam 125 event unggulan nasional KEN menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, masyarakat diimbau turut menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan selama festival berlangsung, sehingga citra Klungkung sebagai destinasi budaya semakin kuat di tingkat nasional maupun global.
Melalui Festival Semarapura, pemerintah daerah berharap tercipta sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (*)
