GIANYAR, BALINEWS.ID – Ubud dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya paling populer di Bali. Selain panorama alam dan seni tradisionalnya, kawasan ini juga memiliki deretan puri atau rumah bangsawan yang masih aktif menjadi pusat kegiatan adat dan budaya masyarakat setempat.
Puri-puri di Ubud bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan juga kediaman keluarga bangsawan Bali yang hingga kini masih dihuni oleh keturunan bergelar Cokorda dan Anak Agung. Beberapa di antaranya bahkan terbuka untuk kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Berikut lima puri di Ubud yang dapat dikunjungi:
1. Puri Saren Agung
Puri yang juga dikenal sebagai Ubud Royal Palace ini berada di pusat Ubud dan menjadi salah satu ikon wisata budaya di kawasan tersebut. Kompleks puri menampilkan arsitektur Bali klasik dengan ukiran khas dan halaman tradisional yang tertata rapi.
Selain menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan Ubud, Puri Saren Agung juga rutin menggelar pertunjukan tari tradisional Bali pada malam hari yang banyak diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.
Puri ini dihuni oleh Cokorda Gede Putra Sukawati beserta keluarga.
2. Puri Langon
Bangunan puri ini terletak di Gang Mawar, Kelurahan Ubud. Bangunannya memiliki dekorasi khas dengan sentuhan warna emas yang menambah kesan megah dan sakral.
Keberadaan puri ini menjadi bagian penting dari warisan spiritual dan budaya masyarakat Ubud.
Puri ini dihuni oleh Cokorda “Wah” Suyasa.
3. Puri Agung Peliatan
Puri Agung Peliatan yang berada di perempatan Jalan Raya Peliatan, terkenal karena sejarah budayanya yang kuat. Kompleks puri ini juga mempertahankan arsitektur tradisional Bali yang khas dan menjadi salah satu pusat perkembangan seni pertunjukan di Ubud.
Puri ini kerap dikaitkan dengan perkembangan seni tari dan gamelan Bali yang mendunia.
Puri ini dihuni oleh Cokorda Nindia beserta keluarga.
4. Puri Kantor Ubud
Puri Kantor Ubud berada di Jalan Suweta, sisi barat Puri Agung Ubud. Tempat ini memiliki nilai sejarah penting karena pernah menjadi kediaman tokoh nasional Indonesia.
Selain itu, pelukis ternama Walter Spies juga pernah tinggal di puri ini. Kehadiran Walter Spies turut memberi pengaruh besar terhadap perkembangan seni modern di Bali.
Puri ini dihuni oleh Cokorda Asmara beserta keluarga.
5. Puri Kauhan Ubud
Puri Kauhan Ubud di Jalan Raya Ubud yang berdiri sejak abad 19, kini kerap dimanfaatkan sebagai lokasi workshop, diskusi budaya, hingga kegiatan akademis. Meski terbuka untuk berbagai kegiatan publik, puri ini tetap mempertahankan fungsi tradisionalnya sebagai bagian dari kehidupan bangsawan Ubud.
Puri ini dihuni oleh Anak Agung Ari Dwipayana dan keluarga.
Hingga saat ini, lima puri tersebut masih menjadi pusat kegiatan kebudayaan, terutama saat berlangsungnya upacara adat dan keagamaan di Ubud. Keberadaan puri-puri itu sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi bangsawan Bali tetap hidup berdampingan dengan perkembangan pariwisata modern.
