BADUNG, BALINEWS.ID – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, meninjau langsung operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani, Minggu (12/4), guna memastikan penanganan sampah berjalan optimal di tengah lonjakan volume harian yang kini melampaui 120 ton.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya bergantung pada teknologi dan kerja petugas di hilir. Ia menekankan pentingnya sinergi dari hulu, yakni kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.
“Kerja keras petugas dan dukungan mesin di TPST ini sangat luar biasa. Namun, jika sampah terus datang tanpa dipilah dari sumbernya, maka upaya ini tidak akan pernah cukup,” ujar Bagus Alit Sucipta.
Sebagai bentuk apresiasi, Wabup juga menyerahkan 1.000 paket makanan kepada petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Ia menyebut para petugas sebagai “pahlawan lingkungan” yang memiliki peran vital menjaga kebersihan daerah.
Sementara itu, Plt. Kepala DLHK Badung, Made Agus Aryawan, mengungkapkan bahwa TPST Mengwitani setiap hari menangani lebih dari 120 ton sampah. Rinciannya, sekitar 70–90 ton merupakan sampah campuran, sedangkan 50–70 ton lainnya adalah sampah organik.
“Kapasitas pemilahan kami maksimal sekitar 90 ton per hari, sehingga ketika volume masuk melebihi angka tersebut, penumpukan tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem pengolahan yang digunakan saat ini menggabungkan tenaga manusia dan mesin (hybrid). Namun, lonjakan volume sampah tetap menjadi tantangan utama, terutama dalam penanganan residu yang masih terkendala regulasi pengoperasian incinerator.
Menanggapi hal tersebut, Wabup menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung tengah mengkaji percepatan langkah strategis, termasuk optimalisasi teknologi pengolahan sampah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat.
“Teknologi bisa membantu dalam jangka pendek. Tapi solusi berkelanjutan ada pada kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik dari rumah,” tegasnya.
Di akhir kunjungan, Wabup kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan budaya memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi mewujudkan Badung yang bersih, hijau, dan mandiri dalam pengelolaan lingkungan. (*)
