GIANYAR, BALINEWS.ID — Misteri penemuan jasad pria di Sungai Ayung, Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar pada Jumat (19/6) pagi akhirnya terkuak. Korban dipastikan merupakan seorang buruh proyek villa lokal yang dilaporkan sempat menghilang.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengungkapkan bahwa identitas korban berhasil diidentifikasi setelah Tim Opsnal Polsek Ubud berkolaborasi dengan Opsnal Polres Gianyar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan intensif di sebuah proyek villa kawasan Banjar Kedewatan pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 14.00 WITA.
“Penyelidikan dipimpin langsung oleh Panit 1 Reskrim Polsek Ubud, AIPDA Dewa Gede Mega Putra, guna mengungkap identitas korban yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Ayung sehari sebelumnya,” ujar Kompol Wayan Putra Antara.
Identitas Korban dan Kesaksian Rekan Kerja
Berdasarkan hasil olah TKP dan interogasi sejumlah saksi di lokasi proyek villa, korban diketahui bernama Supandi alias Tomo (32), seorang pekerja asal Dusun Prejangan II, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Mandor proyek, Choirul Anam (42), membenarkan bahwa Supandi adalah salah satu karyawannya. Menurut Choirul, korban terakhir kali terlihat bekerja pada Kamis (18/6) dari pagi hingga jam pulang sekitar pukul 17.00 WITA.
“Saat saksi hendak pulang, korban sempat menyapa dan bertanya mau ke mana. Saksi menjawab hendak pulang,” jelas Kapolsek menirukan keterangan mandor. Pada hari terakhir terlihat, korban diketahui mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek.
Sempat Mengajak Memancing
Keterangan tambahan diperoleh dari rekan kerja korban, Betaf Halil Akbar (54). Ia menyebutkan bahwa ia dan korban baru tiba di Bali untuk bekerja di proyek tersebut pada Sabtu (13/6).
Betaf mengenang, pada hari Minggu (14/6), korban sempat mengutarakan keinginannya untuk memancing di aliran sungai yang berada tepat di sebelah barat area proyek.
“Mas Yok, kapan-kapan kita mancing di sungai di sebelah barat proyek,” kata korban kepada Betaf saat itu.
Kapolsek Ubud menambahkan, selama satu minggu bekerja di proyek villa tersebut, korban dikenal sebagai sosok yang tenang dan tidak memiliki masalah dengan pekerja lainnya.
“Korban selama bekerja di sini tidak pernah terlibat pertengkaran atau cekcok dengan karyawan yang lain,” tutup Kompol Wayan Putra Antara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kronologi pasti bagaimana korban bisa terjatuh atau berada di aliran Sungai Ayung hingga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
