Keluarga Komang Alam Datangi Polres Bangli, Desak Keadilan atas Kematian Korban

Share:

Keluarga korban Komang Alam Sutawan saat di Polres Bangli.
Keluarga korban Komang Alam Sutawan saat di Polres Bangli.

BANGLI, BALINEWS.ID – Sejumlah anggota keluarga korban pembunuhan, Komang Alam Sutawan (37), mendatangi Mapolres Bangli pada Sabtu (21/6/2025). Sekitar 20 kerabat Komang Alam, yang tewas dalam insiden penusukan di arena sabung ayam Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, datang bukan tanpa alasan. Mereka menuntut kejelasan atas penanganan kasus dengan tersangka I Wayan Luwes, seorang mantan narapidana Nusakambangan, serta mempertanyakan pasal yang dikenakan.

Kedatangan keluarga diterima oleh Kanit Reskrim Polres Bangli Iptu Putu Asmara Putra. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, membenarkan kunjungan tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (22/6/2025).

“Setidaknya ada 20 orang dari keluarga korban Komang Alam yang mendatangi Mapolres Bangli,” ujar AKP Jaya Winangun, menjelaskan tujuan kunjungan adalah untuk mengetahui progres penanganan kasus. “Sudah kami sampaikan bahwa kasus masih dalam tahap penyidikan dan pelaku telah ditahan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Driver Ojek Online di Gianyar Semringah Dapat Takjil Gratis di Bulan Ramadhan

Namun, di balik pernyataan resmi tersebut, tersembunyi desakan serius dari pihak keluarga. Mereka berharap penyidik menerapkan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana terhadap Jero Luwes. Saat ini, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ada selisih signifikan dalam ancaman hukuman antara kedua pasal tersebut, memicu pertanyaan tentang motif dan persiapan pelaku.

BACA JUGA :  Mabuk, Perkelahian Buruh vs Sopir di Klungkung Berakhir Damai

Menanggapi harapan keluarga, AKP Jaya Winangun menyatakan bahwa penyidik masih mendalami kemungkinan unsur perencanaan dalam kasus ini. Untuk penerapan Pasal 340, dibutuhkan keterangan saksi tambahan dan penguatan alat bukti yang lebih kuat. “Penerapan Pasal 340 masih memerlukan pembuktian dan penyidik masih melakukan pendalaman,” jelasnya.

Pernyataan Kasat Reskrim ini membuka celah pertanyaan krusial, terutama terkait informasi yang beredar bahwa pisau yang digunakan Jero Luwes dibawa dari rumah. Jika pisau itu memang dibawa dari kediaman pelaku, apakah ini tidak menunjukkan adanya perencanaan atau niat jahat yang telah disiapkan sebelumnya?

AKP Jaya Winangun menampik bahwa membawa pisau dari rumah serta-merta membuktikan adanya perencanaan. Menurutnya, alat tersebut bisa saja dibawa untuk keperluan lain. Namun, penjelasan ini justru memicu pertanyaan lebih lanjut: keperluan apa yang mengharuskan seseorang membawa pisau di arena sabung ayam yang kerap memicu ketegangan?

BACA JUGA :  Diduga Faktor Ekonomi, IRT di Tabanan Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sebelumnya diberitakan, keributan pecah di arena sabung ayam Banjar Tabu, Desa Songan A, pada Sabtu pekan lalu. Komang Alam tewas setelah ditusuk oleh Jero Luwes. Penyelidikan awal menyebutkan insiden berdarah itu dipicu oleh ketidakterimaan Jero Luwes terhadap kegiatan sabung ayam di wilayahnya. Kini, Jero Luwes mendekam di balik jeruji besi Mapolres Bangli. (bip)

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Lainnya

DENPASAR, BALINEWS.ID - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Markas Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, pada...
BALINEWS.ID - The Milklab Bali Café Creation 2025 competition came to an exciting close on Wednesday at 70°...
BALINEWS.ID - Cliff at CANNA has officially unveiled Anatomy of the Archipelago, a groundbreaking tapas and cocktail journey...
INTERMESO, BALINEWS.ID - Tak terasa, kita hampir memasuki bulan September. Waktu terasa bergerak cepat, dan sering kali tanpa...

Breaking News

Berita Terbaru
MDA
SMA
AS
LSD
GWK
BBM
P3K
BSU
DLH
OTA
CSR
BK
HIV
ABK
Teh
LPG
SIM
PNS
NTT
STT
PBB
PON
Bir
PMI
DIY
SBY
BCL
Art
SMP
PAW
IKN
PHK
NIK
USG
Pil
ATM
atv
DPR
AHY
kos
PSN
IU
PKB
ASN
KPK
BNN
PAD
TKP
KAI
SEO
BSN
Tas
lpd
5km
Run
Sar
UKT
tni
bkk
PLN
api
KTP
KEK
MoU
Kue
WNA
PMK
BPS