TABANAN, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Tabanan mencatat sebanyak 22 ribu lebih masyarakat mengikuti program nasional cek kesehatan gratis (CKG). Tercatat sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025 lalu, sebanyak 19.678 jiwa masyarakat umum Kabupaten Tabanan yang mengikuti CKG hingga tanggal 26 Agustus 2025.
Dari jumlah yang di data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan tersebut, ada tambahan pemeriksaan ke anak sekolah sebanyak 3.002 jiwa dengan rentang usia 7-17 tahun. Pelaksanaan kegiatan layanan CKG berlangsung setiap hari kerja yang dilakukan di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Tabanan untuk masyarakat umum.
Sedangkan untuk anak sekolah, dijalankan secara terjadwal di masing-masing sekolah dengan berkoordinasi ke pihak puskesmas setempat. Adapun jenis pemeriksaan, disesuaikan dengan usia serta faktor resiko kesehatan dari masyarakat yang menerima pelayanan ini.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyebut dan mengapresiasi kegiatan yang telah mencapai 22 ribu jiwa. Hal ini tentunya dilakukan untuk menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan masyarakatnya.
“Program ini bentuk layanan dasar pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi masyarakat,” terang Sanjaya, Bupati Tabanan yang terpilih untuk kedua kalinya, Rabu (27/8/25).
Ia pun mengajak agar masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan layanan kesehatan ini. Sanjaya berharap deteksi kesehatan sejak dini bisa melindungi diri, keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kedepannya.
Program layanan kesehatan yang menyasar bayi hingga lansia ini diharapkan juga bisa menjaga pola kehidupan masyarakat yang lebih baik dan menurunkan resiko komplikasi maupun angka kematian akibat penyakit.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Tabanan dr Ida Bagus Surya Wira Andi menyebut, pemerintah saat ini telah menyediakan berbagai saluran untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan ini.
Ia mencoba menyakinkan masyarakat agar tidak ragu memeriksa kesehatannya sejak dini. Melalui aplikasi Satu Sehat mobile dengan mendaftarkan diri melalui chatbot WhatsApp Kemenkes di nomor 081110500567.
“Maupun datang langsung ke puskesmas terdekat, dengan membawa identitas diri,” ucap Bagus Surya.